Kamis, 13 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / KADIN Aceh Dorong Sumatera Jadi Satu Kawasan Ekonomi Terintegrasi

KADIN Aceh Dorong Sumatera Jadi Satu Kawasan Ekonomi Terintegrasi

Kamis, 13 Agustus 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Umum KADIN Aceh, Muhammad Mada. Foto: for Dialeksis 


DIALEKSIS.COM | Medan - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh mendorong penguatan kerja sama ekonomi antarprovinsi di Sumatera tidak hanya berhenti pada koordinasi pemerintahan, tetapi diwujudkan melalui ekosistem kawasan yang terintegrasi dari sisi produksi, rantai pasok hingga pasar.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Mada yang mewakili Ketua Umum KADIN Aceh dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Antardaerah se-Sumatera bertema “Memperkuat Kolaborasi dan Mendorong Pertumbuhan Kawasan” di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, 12-13 Agustus 2026.

Muhammad Mada mengatakan Sumatera memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Kontribusi ekonomi Pulau Sumatera terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di kisaran 22,1 hingga 22,2 persen.

Menurutnya, kontribusi tersebut masih dapat ditingkatkan apabila seluruh provinsi di Sumatera mampu membangun keterhubungan dalam satu rantai nilai kawasan.

“Sumatera harus dilihat sebagai satu kawasan ekonomi, bukan sekadar kumpulan pasar provinsi. Jika rantai pasok terhubung, nilai tambahnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KADIN Aceh Teuku Jailani yang turut mendampingi menjelaskan, Rakor Kerja Sama Antardaerah se-Sumatera diarahkan untuk menghasilkan sejumlah agenda strategis dan terukur.

Salah satunya mendorong kolaborasi antarprovinsi agar mampu melahirkan proyek-proyek prioritas regional yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.

Menurut Teuku Jailani, sektor kerja sama yang dapat dikembangkan meliputi ekonomi, konektivitas, perdagangan, investasi, komoditas unggulan, digitalisasi hingga lingkungan.

Selain itu, diperlukan pembentukan forum koordinasi antarpemerintah daerah se-Sumatera untuk memperkuat komunikasi dan sinkronisasi program pembangunan antarwilayah.

“Pemerintah membangun konektivitas dan penyederhanaan regulasi, dunia usaha menggerakkan ekonomi. Jika kawasan Sumatera ini terkoneksi, kontribusi terhadap ekonomi nasional akan jauh lebih besar dan nilai tambah bagi masyarakat akan bertambah,” kata Teuku Jailani.

Ia berharap penguatan kerja sama kawasan tidak hanya menghasilkan kesepakatan di tingkat pemerintahan, tetapi juga membuka peluang investasi, memperluas pasar produk daerah, memperkuat rantai pasok dan meningkatkan daya saing pelaku usaha di Sumatera.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI