Minggu, 23 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / Menteri UMKM Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha, Bukan Sekadar Pencari Kerja

Menteri UMKM Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha, Bukan Sekadar Pencari Kerja

Minggu, 23 Agustus 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman saat memberikan orasi ilmiah di Dies Natalis Universitas Sumatra Utara. [Foto: dok. K-UMKM]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

Menurut Maman, kewirausahaan perlu dipandang sebagai salah satu pilihan karier bagi generasi muda setelah menyelesaikan pendidikan. Hal ini dinilai penting di tengah masih tingginya tantangan ketenagakerjaan di Indonesia.

Saat ini, terdapat sekitar 7,2 juta pengangguran dan sekitar 85,3 juta pekerja berada di sektor informal. Kondisi tersebut, kata Maman, menunjukkan perlunya cara baru dalam menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja.

“Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur,” ujar Maman dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (23/8/2026).

Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan pengusaha baru. Kampus tidak hanya perlu menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis melalui inkubator usaha.

Potensi tersebut sebenarnya cukup besar. Berdasarkan data UNDP yang disampaikan Maman, sekitar 81 persen anak muda Indonesia menyatakan ingin menjadi wirausaha. Tantangannya adalah mengubah minat tersebut menjadi usaha yang benar-benar tumbuh dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Maman mencontohkan perjalanan pengusaha Chairul Tanjung yang mulai berbisnis ketika masih menjadi mahasiswa, antara lain dengan berjualan buku dan membuka jasa fotokopi. Menurut dia, contoh tersebut menunjukkan bahwa kewirausahaan dapat dimulai dari kebutuhan sederhana yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Karena itu, Kementerian UMKM mendorong perguruan tinggi memperkuat inkubator bisnis melalui pelatihan, pendampingan, pengembangan model bisnis, serta akses ke ekosistem usaha. Pemerintah juga berupaya mempermudah legalitas dan sertifikasi bagi pelaku UMKM.

Selain itu, Maman meminta hasil riset kampus tidak berhenti sebagai karya akademik. Inovasi perguruan tinggi perlu dihilirisasi agar memiliki nilai komersial, menciptakan nilai tambah, dan membuka peluang usaha baru.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI). Perubahan teknologi dinilai akan melahirkan model bisnis serta jenis pekerjaan baru.

Untuk memperluas akses terhadap ekosistem usaha, Kementerian UMKM turut memperkenalkan SAPA UMKM yang diarahkan untuk menghubungkan pelaku usaha dengan layanan pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran.

Maman berharap kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan mahasiswa dapat melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang inovatif dan adaptif sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai
dishub