Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Pegadaian Ajak Warga Aceh Investasi Emas Digital Lewat Tring

Pegadaian Ajak Warga Aceh Investasi Emas Digital Lewat Tring

Minggu, 08 Februari 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Paparan layanan bisnis Pegadaian Area Aceh. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - PT Pegadaian terus mendorong transformasi layanan emas berbasis digital di Aceh. Dalam pemaparan kinerja dan pengembangan layanan emas Pegadaian Area Aceh, Pemimpin Wilayah I PT Pegadaian Sumut“Aceh, Yohanis Wulang, mengajak masyarakat, khususnya di Aceh, mulai berinvestasi emas digital melalui aplikasi Tring sebagai langkah menyiapkan masa depan finansial.

“Berinvestasi itu jangan hanya menabung uang. Menabung emas itu jauh lebih bernilai, karena tren harga emas cenderung naik dari waktu ke waktu,” ujar Yohanis kepada awak media, di Banda Aceh, Sabtu, 7 Februari 2026.

Menurutnya, Tring merupakan inovasi digital terbaru Pegadaian yang dirancang untuk memudahkan masyarakat bertransaksi emas sekaligus meningkatkan literasi investasi di era digital.

Yohanis menjelaskan, lewat Tring, masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor Pegadaian untuk membuka tabungan emas.

“Dengan Tring, masyarakat bisa transaksi 24 jam dari mana saja. Tidak perlu datang membawa uang tunai atau barang. Sistemnya mirip mobile banking,” jelasnya.

Melalui aplikasi ini, masyarakat bahkan sudah bisa mulai menabung emas hanya dengan Rp10 ribu. "Menabung itu tidak harus besar. Dari kecil saja, mulai sekarang, Insya Allah nilainya akan terasa di masa depan,” tambahnya.

Edukasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian Festival Tring Aceh, yang bertujuan mengenalkan manfaat investasi emas digital kepada masyarakat luas.

Yohanis menegaskan, transformasi digital lewat Tring sejalan dengan visi Pegadaian sebagai pemimpin ekosistem emas nasional.

“Pegadaian hadir sebagai penghubung antara pelaku di hulu seperti penambang dan produsen, dengan masyarakat sebagai konsumen dan investor emas. Ini bagian dari hilirisasi emas agar tidak hanya jadi bahan mentah, tapi bisa diproduksi dan dimanfaatkan di dalam negeri,” katanya.

Menurutnya, penguatan ekosistem emas juga berdampak pada peningkatan konsumsi emas per kapita serta memperluas inklusi keuangan berbasis aset riil.

Data Pegadaian Area Aceh menunjukkan tren positif investasi emas masyarakat. Hingga 6 Februari 2026, saldo Tabungan Emas tercatat mencapai 985 kilogram dengan 291.899 nasabah.

Sementara untuk produk Cicil Emas, tercatat 162 kilogram gramasi emas Galeri 24 dan 4 kilogram gramasi emas Antam.

“Ini bukti bahwa masyarakat Aceh semakin sadar pentingnya investasi jangka panjang yang aman,” kata Yohanis.

Pegadaian Area Aceh saat ini didukung oleh 9 kantor cabang, 53 kantor unit, dan 5 Sentra Usaha Pegadaian (SUPK). Total outstanding loan mencapai Rp1,498 triliun dengan pertumbuhan tahunan 15,96 persen. Jumlah nasabah aktif mencapai 118.600 orang, tumbuh 39,68 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain layanan emas, Pegadaian juga menghadirkan pembiayaan mikro, kredit kendaraan, pembiayaan haji dan umrah, layanan pembayaran dan remitansi, hingga digital lending.

“Kami ingin Pegadaian menjadi solusi keuangan yang lengkap, mudah diakses, dan tetap aman bagi masyarakat,” tutupnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI