DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong investasi di sektor ayam petelur guna menjaga pasokan telur nasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi peternak rakyat.
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan besar telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan menyerap produksi dalam jumlah tinggi secara berkelanjutan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan penguatan industri ayam petelur tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh peternak.
Ia menilai investasi di sektor ini juga membuka peluang kemitraan antara pelaku usaha besar dan peternak rakyat, terutama dalam akses bibit unggul, pakan berkualitas, serta teknologi budidaya.
Dari sisi teknis, pemerintah menekankan pentingnya manajemen pemeliharaan dan kesehatan ternak. Penerapan biosekuriti, pengawasan kesehatan, hingga deteksi dini penyakit dinilai menjadi faktor kunci menjaga produktivitas.
Dengan pengelolaan optimal, tingkat produksi ayam petelur bahkan bisa mencapai sekitar 90 persen. Kondisi ini menjadikan usaha ayam petelur sebagai salah satu sektor yang dinilai menjanjikan di tengah meningkatnya permintaan pasar.
Kementan berharap, dorongan investasi dan perbaikan sistem budidaya ini mampu menciptakan usaha peternakan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan pendapatan yang lebih stabil bagi peternak rakyat. [in]