DIALEKSIS.COM | Feature- Bagaimana Anda memilih teman hidup? Ketika banyak pihak yang menyodorkan sejumlah calon untuk pendamping, apa yang harus Anda lalukan? Dari sekian banyak calon, tentunya pilihan hanya kepada satu orang.
Tentunya Anda mengharapkan teman hidup Anda itu akan selaras mengatur derap langkah kaki, menggengam jemari dengan erat dalam mengayuh biduk demi menggapai pulau harapan.
Haili Yoga, Bupati Aceh Tengah kini dihadapkan pada sebuah kenyataan untuk memilih seorang “istri”. Pendamping yang setia dalam suka dan duka untuk membangun negeri. Bukan hanya mampu mengikuti irama, namun bermanfaat untuk negeri penghasil kopi arabika terbaik dunia ini.
Mundurnya Mursyid dari jabatan Sekda Aceh Tengah, memilih pensiun lebih cepat, telah membuat negeri ini hingar bingar. Pembahasan siapa yang akan menjadi “istri” Haili Yoga dalam menata negeri yang porak poranda ini akibat bencana menjadi konsumsi publik.
“Benar, saya sudah memutuskan untuk pensiun dini,” sebut Mursyid ketika bertemu Dialeksis.com pada satu kesempatan. Dia enggan memberikan keterangan lebih jauh soal mundurnya dari jabatan Sekda dan memilih pensiun dini, padahal waktu pengabdianya untuk negeri ini masih tersisa hingga 2032.
Mursyid sudah mengabdi sebagai ASN mencapai 35 tahun, dia dilantik menjadi Sekda Aceh Tengah pada 9 September 2025. Tidak lama kemudian negeri ini dilanda bencana sylikon senyar 25. Mursyid mengikuti tabuhan irama Haili dalam membangun negeri sebagai pembina utama PNS.
Apakah Sekda ini mundur karena sering mendapat “sentilan” pedas dari bupati? Bahkan Haili terang-terangan menyoroti kinerja Musryid di rapat resmi bersama para OPD. Kata kata bupati yang pedas menusuk hati., sudah menjadi rahasia umum.
Kata kata pedas bupati juga sering dialamatkan kepada para kepala dinas dan staf. Namun menurut bupati sikap itu menunjukan sikap tegasnya untuk membangun negeri. Menurut Haili dalm keteranganya kepada Dialeksis, dia menginginkan staf itu punya visioner, energik dan kreatif.
Menyingung soal hingar bingar jabatan yang ditinggalkan Mursyid, Haili dalam penjelasanya kepada media ini mengakui membutuhkan Sekda yang dapat mengikuti derap kakinya. Seirama dan membawa perubahan untuk negeri.
“Menjadi Sekda itu berat, karena saya sudah pernah menjadi Sekda di Bener Meriah. Tanggungjawabnya besar, merupakan penentu keberhasilan sebuah daerah,” kata Haili.
Siapapun Sekda, dia harus mewakafkan dirinya untuk negeri. Karena dia milik publik, dia harus ihlas, mampu menjalankan tugas, tahu fungsinya.
Dikabarkan Haili akan mendatangkan ASN dari luar Aceh Tengah untuk jabatan Sekda, serta beredar sejumlah nama di media social tentang sosok yang tepat untuk menjadi Sekda. Namun, Haili belum mau menyebutkan siapa sosok yang layak.
Adanya penolakan calon Sekda yang diimpor dari luar Aceh Tengah, serta sejumlah nama yang beredar di publik, Haili masih enggan menyampaikan ketika ditanya Dialeksis.com.
“Kita ibaratkan begini,” sebut Haili,” Sekda itu merupakan istri dari Bupati. Banyak yang mengusulkan yang ini dan yang itu lebih layak, kalau Anda disuruh milih istri dengan banyaknya pilihan yang disampaikan orang lain, apakah Anda akan mampu memenuhi semua permintaan itu?”
Tentunya pilihan Anda merupakan orang tepat mendampingi hidup Anda dengan analisa dan pertimbangan yang matang. Bukan hanya melihat penampilanya, kemampuanya, serta dedikasinya. Intinya seluruh sisi harus dinilai dengan jernih, baru diambil keputusan.
Soal sosok siapa yang akan mendampingi Haili, menjadi “istrinya” dalam membangun negeri ini, dia masih enggan memberikan komentar.
Sekedar catatan, tugas utama Sekda itu diantaranya; menyusun kebijakan, membantu kepala daerah merumuskan program kerja dan kebijakan pemerintah daerah. Tentunya orang yang menyusun kebijakan daerah punya visioner.
Sekda harus mengoordinasikan perangkat daerah, mengatur dan menyelaraskan kerja dinas-dinas serta badan teknis di bawah pemerintahan daerah. Sebagai pelayanan administratif, memberikan dukungan administrasi agar roda organisasi pemerintah berjalan lancar.
Sekda sebagai pembina utama bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah daerah, harus menjadi pengayom bagi para ASN. Demikian dengan tugasnya sebagai evaluasi kebijakan, dia harus mampu menilai hasil pelaksanaan program atau kebijakan yang sudah berjalan.
Aceh Tengah saat ini sedang sakit, dilanda defisit, inflasi yang tinggi, serta kekurangan biaya untuk mengerakan roda pembangunan, apalagi setelah adanya pemangkasan anggaran dari pusat.
Sudah pasti jabatan seorang Sekda akan menentukan bagaimana masa depan negeri dalam balutan awan beraroma kopi ini. Kita lihat saja bagaimana nanti, semoga Haili memilih istri yang tepat untuk negeri ini, bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi. **

