DIALEKSIS.COM | Bireuen - Rumoh Pangan Aceh menggelar kegiatan “Ramadhan Ceria” bersama masyarakat penyintas banjir di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan psikososial, edukasi gizi, serta bantuan pangan bagi warga yang terdampak bencana.
Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan sekitar 78 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Hingga saat ini para penyintas masih tinggal di Hunian Darurat (Huntara) selama bulan Ramadhan. Kondisi ini mendorong Rumoh Pangan Aceh untuk hadir memberikan dukungan kemanusiaan, terutama bagi anak-anak serta ibu hamil dan menyusui yang rentan terdampak dalam situasi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, Rumoh Pangan Aceh mengadakan program keagamaan dan psikososial untuk anak-anak, yang diikuti oleh sekitar 50 anak penyintas banjir. Berbagai kegiatan dilakukan seperti lomba-lomba keagamaan, menonton bersama kisah para nabi, serta pembagian paket alat tulis untuk mendukung semangat belajar mereka di tengah kondisi sulit.
Selain itu, Rumoh Pangan Aceh juga menyelenggarakan edukasi gizi dan sedekah pangan bagi 20 ibu hamil dan menyusui yang tinggal di lokasi hunian darurat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang cukup bagi ibu dan anak, terutama dalam situasi darurat dan selama menjalankan ibadah puasa.
Ketua Rumoh Pangan Aceh, Rivan Rinaldi, menegaskan bahwa perhatian terhadap kelompok rentan menjadi sangat penting dalam kondisi bencana.
“Edukasi ini sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui agar tetap memahami bagaimana memenuhi standar gizi ibu dan anak, khususnya saat berada di lokasi pengungsian dan selama bulan puasa. Dengan pemenuhan gizi yang baik, kita berharap anak-anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting meskipun dalam kondisi darurat,” ujar Rivan.
Dalam kegiatan tersebut, Rumoh Pangan Aceh juga menghadirkan dr. Anni Rahmawati, M.Gizi, Sp.GK sebagai narasumber agar para peserta dapat memperoleh informasi langsung dari tenaga ahli. Dalam pemaparannya, dr. Anni menjelaskan bahwa pangan lokal yang mudah didapatkan dapat menjadi sumber gizi yang baik, seperti tempe, tahu, telur, dan sayur-sayuran seperti bayam, yang kaya protein dan zat gizi penting bagi ibu hamil dan anak.
Sebagai bagian dari program dukungan gizi, Rumoh Pangan Aceh juga membagikan paket makanan bergizi kepada ibu hamil dan menyusui untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama berada di hunian darurat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah Ramadhan dan buka puasa bersama masyarakat. Pada kesempatan ini, Rumoh Pangan Aceh menyalurkan 300 paket makanan berbuka puasa kepada seluruh masyarakat terdampak banjir di Dusun Alue Kuta Pasie.
Tidak hanya itu, Rumoh Pangan Aceh juga menyalurkan 60 paket zakat yang berasal dari masyarakat yang menitipkan amanah zakatnya melalui Rumoh Pangan Aceh, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para penyintas bencana.
Kegiatan Ramadhan Ceria ini terlaksana berkat kolaborasi Rumoh Pangan Aceh bersama Masjid Oman Al Makmur dan Remaja Masjid Oman, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kapal Ekspedisi, Ibu Mukarramah Fadhlullah, istri Wakil Gubernur Aceh, serta Inovasi Pangan Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Rumoh Pangan Aceh berharap dapat memberikan semangat, harapan, serta dukungan nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana, sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan di bulan suci Ramadhan. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Rumoh Pangan Aceh untuk terus hadir membantu masyarakat rentan melalui pendekatan kemanusiaan, gizi, dan ketahanan pangan di Aceh. [*]