DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) serentak di lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah DKI Jakarta pada akhir April 2026 kemarin. Sidak ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar, khususnya dalam aspek keamanan pangan.
Dalam sidak tersebut, BPOM memeriksa seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari penyiapan bahan baku, proses memasak, pemorsian, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Taruna menegaskan bahwa pengawasan ini penting untuk menjamin makanan yang dikonsumsi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, aman dan layak.
“Mulai dari dini hari sampai pagi ini, kawan-kawan BPOM melakukan survei langsung ke SPPG sebagai tindak lanjut pertemuan dengan Komisi IX DPR RI,” kata Taruna. Ia menambahkan, “Kami ingin memastikan makanan yang sampai ke anak-anak, ibu hamil, benar-benar terjamin keamanannya. Kami ingin memastikan, bukan pangan kalau tidak aman.”
Sidak dilakukan di sejumlah titik, antara lain Tebet Manggarai Selatan, Pal Merah, Jatinegara Kampung Melayu, Tanah Tinggi Johar Baru, dan Sunter Jaya. Dari hasil pemeriksaan, secara umum operasional SPPG dinilai telah memenuhi ketentuan, meski masih ditemukan sejumlah catatan minor yang perlu diperbaiki untuk memperkuat praktik keamanan pangan.
Taruna menjelaskan, pengawasan BPOM juga mencakup tindak lanjut terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Menurut dia, monitoring yang konsisten dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah risiko sejak dini. “Kami datang untuk memastikan program ini berjalan semakin baik melalui continuous improvement,” ujarnya.
Selain itu, BPOM menilai keberadaan pengawas keamanan pangan di setiap SPPG menjadi faktor krusial. Pengawas ini berperan menjaga konsistensi standar keamanan sekaligus memberikan edukasi berkelanjutan kepada para relawan dan petugas dapur.
Meski menemukan sejumlah praktik baik, seperti tenaga juru masak tersertifikasi dan pelatihan higiene bagi penjamah pangan, BPOM menekankan perlunya penguatan berkelanjutan. Hasil sidak akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi, sementara BPOM memastikan akan terus melakukan pendampingan guna menjamin keamanan pangan dalam program MBG. [*]