Selasa, 22 September 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Densus 88 Dorong Moderasi Eks Anggota JI di Langsa

Densus 88 Dorong Moderasi Eks Anggota JI di Langsa

Selasa, 22 September 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Seminar transformasi ideologi Jamaah Islamiyah (JI) di Harmoni Hotel, Kota Langsa, Senin (21/9/2026). Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Langsa - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh Densus 88 Antiteror Polri mendorong penguatan pemahaman keagamaan yang moderat dan komitmen kebangsaan melalui seminar transformasi ideologi Jamaah Islamiyah (JI) di Harmoni Hotel, Kota Langsa, Senin (21/9/2026).

Seminar tersebut diikuti 10 mantan narapidana terorisme JI dan sekitar 100 simpatisan JI. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi nilai-nilai kebangsaan kepada eks anggota JI di Aceh.

Dipimpin Kasatgaswil Aceh Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Faisal Syahroni, kegiatan itu mengangkat tema “Transformasi Ideologi JI: Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru, Ideologi Sehat dan Moderat”.

Tiga narasumber dari Rumah Wasathiyah, yakni Ustaz Para Wijayanto, Ustaz Tengku Azhar, dan Ustaz Budi Tri, menyampaikan materi mengenai perubahan pemahaman ideologi, sikap moderat, penerimaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Para Wijayanto menekankan pentingnya ilmu sebagai landasan sebelum seseorang mengambil sikap atau bertindak. Ia menjelaskan bahwa kembali kepada kebenaran berdasarkan ilmu dan dalil merupakan bagian dari sikap istiqamah.

Sementara itu, Tengku Azhar membahas penerimaan terhadap NKRI serta pemahaman mengenai ketentuan hukum yang bersifat tetap dan ruang pengaturan melalui ijtihad. Ia menjelaskan bahwa regulasi untuk menjaga ketertiban dan kemaslahatan masyarakat dapat dipatuhi dalam kehidupan bernegara.

Adapun Budi Tri mengajak peserta memahami kembali makna jihad secara lebih luas. Dalam materi yang disampaikannya, jihad tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik, tetapi juga kesungguhan menjalani kehidupan yang baik.

Kesungguhan tersebut dapat diwujudkan melalui upaya mencari nafkah halal, menuntut ilmu, berdakwah secara damai, serta membangun dan melindungi keluarga.

Seminar juga membahas pembubaran organisasi JI dan proses reintegrasi para anggotanya ke tengah masyarakat. Pendekatan yang disebut soft landing diarahkan untuk mendukung kehidupan yang aman, tertib, dan taat hukum, sekaligus memperkuat peran keluarga serta masyarakat dalam proses tersebut.

Rangkaian kegiatan mencakup pemutaran film “Refleksi 1 Tahun Pembubaran Jamaah Islamiyah”, pemaparan mengenai Rumah Wasathiyah, sesi motivasi dan tausiyah, pembahasan pemecahan masalah, tanya jawab, serta pengisian kuesioner.

Kegiatan itu turut dihadiri Kasubdit Intelkam Polda Aceh AKBP Afriadi, Wakapolres Langsa Kompol Yasir, Asisten I Wali Kota Langsa Al Azmi, serta Asisten I Bupati Aceh Tamiang Muslizar.

Hadir pula Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, Ketua MPU Langsa Tgk. H. Shalahuddin, unsur Kesbangpol, serta jajaran Polres Langsa dan Polres Aceh Tamiang.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan semakin memahami nilai-nilai wasathiyah atau moderasi, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI