Jum`at, 19 Juni 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Kecelakaan Lalu Lintas Naik 5 Persen pada 2025, Kakorlantas Dorong Implementasi Zero ODOL

Kecelakaan Lalu Lintas Naik 5 Persen pada 2025, Kakorlantas Dorong Implementasi Zero ODOL

Kamis, 18 Juni 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan keselamatan lalu lintas harus tetap menjadi prioritas di tengah masih tingginya angka kecelakaan yang terjadi di Indonesia. [Foto: Humas KP]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan keselamatan lalu lintas harus tetap menjadi prioritas di tengah masih tingginya angka kecelakaan yang terjadi di Indonesia.

Ia menyampaikan berdasarkan data periode 2024-2025, jumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas masih menunjukkan peningkatan, namun angka fatalitas korban berhasil ditekan.

Tercatat pada tahun 2025 terjadi sebanyak 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas atau meningkat 5 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 150.906 kejadian. Meski demikian, jumlah korban meninggal mengalami penurunan 9,5 persen dari 26.839 orang pada 2024 menjadi 24.296 orang pada 2025.

Menurut Irjen Pol. Agus Suryonugroho, capaian penurunan fatalitas menjadi indikator positif yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas.

“Peristiwa kecelakaan lalu lintas sampai saat ini cukup signifikan. Ketika kita melakukan analisa dan evaluasi, memang salah satu faktor penyebab daripada peristiwa kecelakaan salah satunya adalah kendaraan over dimension dan over loading serta kendaraan transportasi yang tidak ramah lingkungan,” kata Irjen Pol. Agus Suryonugroho yang dikutip pada Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan persoalan over dimension dan over loading tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan kendaraan, tetapi memiliki dampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan dan kualitas sistem transportasi.

Karena itu, pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait terus mendorong langkah menuju implementasi Zero Over Dimension & Over Loading secara bertahap sebagai bagian dari upaya menekan risiko kecelakaan.

Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan jalan raya merupakan ruang kehidupan bersama yang harus dijaga dengan kepatuhan terhadap aturan keselamatan.

“Jalan raya adalah ruang kehidupan bersama. Karena itu setiap keputusan untuk mematuhi aturan keselamatan adalah bentuk kehormatan terhadap hak hidup sesama pengguna jalan,” ujarnya.

Selain itu, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengingatkan keselamatan harus selalu ditempatkan di atas pertimbangan ekonomi. “Tidak ada keuntungan ekonomi yang lebih berharga daripada keselamatan manusia,” pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes