Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Waspada! Akun Palsu “Bupati Takengon” Minta Uang Lewat DANA

Waspada! Akun Palsu “Bupati Takengon” Minta Uang Lewat DANA

Selasa, 30 Desember 2025 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dengan nama akun ‘Bupati Takengon’. [Foto: Diskominfo Ateng]


DIALEKSIS.COM | Takengon - Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dengan nama akun ‘Bupati Takengon’. Modus penipuan ini dilakukan melalui akun media sosial atau pesan singkat palsu yang meminta sejumlah uang kepada korbannya. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya akun bodong yang menggunakan identitas dan foto pimpinan daerah untuk meyakinkan masyarakat.

"Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada akun yang menghubungi atas nama Bapak Bupati, apalagi jika ujung-ujungnya meminta pengiriman sejumlah uang," ujar Mustafa Kamal di Takengon, Senin (29/12/2025).

Berdasarkan laporan yang diterima, pelaku biasanya menghubungi calon korban secara personal. Setelah membangun komunikasi singkat, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan meminta uang untuk berbagai alasan fiktif.

"Modusnya cukup spesifik, pelaku meminta uang tersebut dikirimkan melalui aplikasi dompet digital 'DANA'. Ini jelas merupakan tindakan kriminal dan murni penipuan," tegas Mustafa.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah saat ini tengah memantau akun-akun palsu tersebut. Masyarakat yang telah dirugikan atau dihubungi oleh pelaku disarankan untuk segera melaporkannya ke pihak berwajib atau melalui layanan pengaduan resmi pemerintah.

"Kami berharap masyarakat lebih cerdas dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai niat baik atau rasa hormat kita kepada pimpinan justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," pungkas Mustafa.[f]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI