DIALEKSIS.COM | Gilimanuk - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, kembali normal setelah sebelumnya mengalami kepadatan menjelang Hari Raya Nyepi.
Perusahaan mencatat antrean kendaraan berhasil diurai hingga nol kilometer pada Rabu (18/3/2026) malam, tepat sebelum penghentian sementara operasional penyeberangan. Hingga pukul 22.20 WITA, tidak ada lagi kendaraan yang mengantre di area masuk pelabuhan.
Penghentian operasional dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Nyepi di sejumlah lintasan, termasuk Ketapang-Gilimanuk dan beberapa pelabuhan lain di wilayah Nusa Tenggara.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan kondisi tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang berjalan efektif di lapangan.
Menurut dia, percepatan layanan dilakukan melalui berbagai langkah, seperti penambahan armada hingga sekitar 35 kapal, penerapan sistem bongkar-muat cepat, serta pengaturan lalu lintas dan buffer zone.
Sebelumnya, lonjakan kendaraan lebih dari 40 persen sempat memicu antrean panjang. Data Posko Gilimanuk mencatat pada H-3 Nyepi, jumlah penumpang mencapai 74.213 orang atau naik 65,2 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara total kendaraan mencapai 23.555 unit atau meningkat 58,8 persen.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, jumlah penumpang tercatat 457.611 orang dan kendaraan 146.447 unit.
ASDP menilai lonjakan tersebut masih dapat diantisipasi berkat penguatan kapasitas layanan dan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, kepolisian, serta pemerintah daerah.
Saat ini, arus penyeberangan dilaporkan dalam kondisi stabil dan terkendali. ASDP mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti arahan petugas serta mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan, terutama menjelang arus Lebaran. [in]