Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Australia Laporkan Kasus Campak Terkait Indonesia, Kemenkes Perkuat Surveilans dan Imunisasi

Australia Laporkan Kasus Campak Terkait Indonesia, Kemenkes Perkuat Surveilans dan Imunisasi

Selasa, 24 Februari 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Ilustrasi campak. [Foto: net via mediapatriot]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meningkatkan kewaspadaan setelah menerima notifikasi resmi melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) terkait dua kasus campak di Australia yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia pada Februari 2026. 

Laporan tersebut disampaikan oleh otoritas kesehatan Australia dan telah ditindaklanjuti pemerintah dengan langkah mitigasi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengatakan pihaknya segera memperkuat sistem surveilans dan pelaksanaan imunisasi tambahan, khususnya di wilayah dengan angka kasus tinggi sepanjang 2025 hingga awal 2026. 

“Kami telah menerima notifikasi resmi melalui mekanisme IHR terkait dua kasus campak dengan riwayat perjalanan dari Indonesia. Langkah cepat yang dilakukan adalah penguatan surveilans dan intensifikasi imunisasi campak tambahan,” ujar Andi, Selasa (24/2/2026).

Adapun kasus pertama melibatkan perempuan berusia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi lengkap yang melakukan perjalanan rute Jakarta-Perth pada awal Februari. Kasus kedua adalah anak perempuan usia 6 tahun tanpa riwayat imunisasi yang terbang dari Jakarta ke Sydney pada pertengahan Februari. Keduanya dinyatakan positif campak melalui pemeriksaan PCR setelah mengalami gejala demam dan ruam.

Data Kemenkes mencatat sebanyak 11.094 kasus campak terkonfirmasi sepanjang 2025. Sementara hingga Februari 2026, tercatat 550 kasus. Meski demikian, pemerintah menegaskan belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) secara nasional. 

“Saat ini belum ada penetapan KLB campak nasional. Namun, kewaspadaan tetap kami tingkatkan,” kata Andi.

Kemenkes juga mengimbau orangtua untuk memastikan kelengkapan imunisasi anak sesuai jadwal serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala campak. Pemerintah turut mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna menekan risiko penularan di masyarakat. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI