DIALEKSIS.COM | Aceh - Komitmen solidaritas antardaerah itu berawal dari percakapan melalui sambungan video antara Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Raharjo Puro, dan Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, pada Rabu, 21 Januari 2026. Dalam komunikasi tersebut, Kapolda Sulsel berjanji mengirimkan hasil laut khas daerahnya untuk membantu warga terdampak banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang.
Janji itu kini terealisasi. Bantuan kemanusiaan berupa 10 ton ikan asin tiba di Posko Polri Aceh Tamiang pada Sabtu, 14 Februari 2026. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Sulawesi Selatan terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bantuan mulai diberangkatkan sejak 21 Januari 2026 dari Sulawesi Selatan. Proses pengiriman dikawal langsung oleh Direktur Polairud Polda Sulsel, Pitoyo Agung Yuwono, untuk memastikan distribusi berjalan aman dan lancar hingga tiba di Aceh.
“Bantuan berupa 10 ton ikan asin ini merupakan wujud kepedulian dan empati dari Kapolda Sulsel beserta jajaran kepada masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir,” ujar Joko dalam keterangannya.
Setibanya di Aceh Tamiang, bantuan tersebut diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang dan disaksikan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi SH MH, bersama jajaran pejabat utama Polres Aceh Tamiang.
Selain ikan asin, bantuan juga mencakup ikan teri yang diharapkan dapat menjadi tambahan bahan pangan bagi warga. Terlebih, distribusi bantuan ini bertepatan dengan momentum menjelang bulan suci Ramadan, sehingga diharapkan dapat membantu kebutuhan sahur dan berbuka puasa masyarakat terdampak.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat bangkit pasca bencana,” pungkasnya.
Pengiriman bantuan lintas provinsi ini menjadi simbol solidaritas dan sinergi antarjajaran kepolisian dalam merespons bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.