DIALEKSIS.COM | Jakarta - Gigitan atau cakaran hewan yang berisiko menularkan rabies tidak boleh dianggap sepele, meski luka yang ditimbulkan terlihat kecil.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 15 menit. Setelah itu, korban perlu segera mendatangi puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengingatkan bahwa rabies berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.
Menurutnya, pencegahan rabies tidak cukup hanya melalui vaksinasi hewan. Masyarakat juga harus mengetahui tindakan yang tepat ketika terjadi paparan.
Penanganan medis tetap diperlukan meskipun luka terlihat kecil atau hewan yang menggigit merupakan hewan peliharaan. Tenaga kesehatan akan menilai tingkat paparan dan menentukan apakah korban membutuhkan vaksin antirabies atau tindakan medis lainnya.
Rabies merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui gigitan atau cakaran yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi. Anjing merupakan salah satu sumber utama penularan rabies kepada manusia secara global.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak sembarangan mendekati atau menyentuh hewan yang tidak dikenal, terutama jika menunjukkan perilaku tidak biasa. Pemilik hewan juga perlu memastikan vaksinasi dilakukan secara rutin dan hewan dipelihara secara bertanggung jawab.
Pengendalian rabies membutuhkan peran bersama melalui vaksinasi hewan, pengawasan kesehatan hewan, edukasi masyarakat, pencegahan gigitan, serta respons cepat ketika terjadi paparan.
Jika digigit atau dicakar hewan yang berisiko rabies, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 15 menit, kemudian cari pertolongan medis.
Mencuci luka selama 15 menit merupakan langkah pertolongan pertama dan bukan pengganti penanganan medis. Jangan menunggu munculnya gejala sebelum mencari pertolongan. [red]