Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / IFP Bantu Pulihkan Pembelajaran Sekolah Terdampak Bencana di Bener Meriah

IFP Bantu Pulihkan Pembelajaran Sekolah Terdampak Bencana di Bener Meriah

Minggu, 01 Februari 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala SMAN 2 Timang Gajah, Ikhsan Purnama mendapatkan bantuan dari pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP). Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Bener Meriah - Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) terbukti memberikan dampak positif bagi keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.


Hal tersebut terlihat dari aktivitas pembelajaran di SMAN 2 Timang Gajah, SDN Karang Jadi, serta SMP Muhammadiyah 11 Teritit, yang tetap berjalan meski sebelumnya sempat terhambat akibat bencana banjir dan terputusnya akses jalan.


Kepala SMAN 2 Timang Gajah, Ikhsan Purnama, mengatakan kehadiran IFP sangat membantu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Perangkat digital tersebut langsung diaktifkan untuk menunjang pembelajaran yang lebih interaktif dan terarah.


“Alhamdulillah, dengan adanya IFP sangat membantu proses pembelajaran guru. Perangkat ini langsung kami manfaatkan untuk mendukung pembelajaran mendalam, sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih terstruktur,” ujar Ikhsan, Sabtu (1/2/2026).


Ia menambahkan, meskipun jumlah perangkat terbatas dan harus digunakan secara bergantian, pihak sekolah mewajibkan seluruh guru memanfaatkan IFP dalam proses pembelajaran. Kehadiran teknologi tersebut, kata dia, juga berdampak pada meningkatnya semangat dan antusiasme siswa.


“IFP memudahkan siswa saat presentasi karena bisa langsung disentuh seperti menggunakan gawai. Ini membuat mereka lebih nyaman dan aktif, berbeda ketika menggunakan proyektor konvensional,” tambahnya.


Terkait bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Ikhsan mengungkapkan aktivitas pembelajaran sempat terhenti akibat akses jalan yang terputus di beberapa titik. Di SMAN 2 Timang Gajah, tercatat sekitar 15 siswa terdampak, bahkan beberapa di antaranya kehilangan tempat tinggal karena rumahnya hanyut terbawa banjir.


“Untuk siswa yang terdampak, kami memberikan bantuan. Selain bantuan dari pemerintah dan pihak swasta, guru-guru juga patungan secara internal untuk membantu meringankan beban para siswa,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala SDN Karang Jadi, M. Ghazali, menyampaikan bahwa IFP sebenarnya telah diterima pihak sekolah sebelum bencana terjadi. Namun pemasangannya sempat tertunda akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.


“Saat akan dipasang, bencana banjir terjadi. Alhamdulillah, sekarang sudah dua minggu IFP digunakan. Kami pasang di tenda belajar. Ini merupakan bantuan dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Ghazali.


Ia menjelaskan, dari total 12 kelas yang ada, baru enam kelas yang dapat menggunakan IFP secara bergantian. Hal ini disebabkan kondisi kontur antar kelas yang menyulitkan pemindahan perangkat dari satu ruang ke ruang lainnya.


Meski demikian, Ghazali menyebut antusiasme siswa sangat tinggi saat mengikuti pembelajaran berbasis IFP. “Para siswa sangat bersemangat. Mereka semua ingin maju ke depan dan belajar langsung menggunakan IFP,” katanya.


Kisah serupa juga dialami SMP Muhammadiyah 11 Teritit. Sekolah tersebut sempat terisolasi hampir tiga pekan akibat terputusnya akses jalan. Kepala SMP Muhammadiyah 11 Teritit, Habsah, mengaku bersyukur karena perangkat IFP telah tersedia sebelum bencana terjadi.


“Kami bersyukur Papan Interaktif Digital sudah ada sebelum bencana. Alat ini sangat membantu proses belajar mengajar di tengah keterbatasan akses dan kondisi darurat,” tutur Habsah.


Pemanfaatan IFP di sekolah-sekolah terdampak bencana ini dinilai menjadi solusi strategis dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, sekaligus mendorong pembelajaran yang lebih adaptif dan interaktif di tengah keterbatasan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI