DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia masih aman untuk mendukung percepatan imunisasi di tengah peningkatan kasus campak di sejumlah wilayah.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia, mengatakan vaksin menjadi komponen penting dalam pengendalian wabah selain surveilans dan deteksi dini kasus.
“Dalam merespons kejadian luar biasa campak, salah satu faktor penting selain surveilans adalah penyediaan vaksin untuk pelaksanaan imunisasi,” ujar Rizka, Sabtu (7/3/2026).
Ia menyebut pemerintah telah merencanakan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah dengan kasus campak tinggi.
Berdasarkan data per 6 Maret 2026, stok vaksin MR di tingkat pusat mencapai sekitar 9,5 juta dosis. Sementara itu, sekitar 6,6 juta dosis telah didistribusikan ke daerah melalui dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.
Rizka menambahkan seluruh provinsi saat ini memiliki ketersediaan vaksin dengan tingkat stok lebih dari dua bulan.
Kemenkes juga memantau distribusi vaksin secara real time melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL) yang mencatat inventori hingga tingkat puskesmas.
Hasil pemantauan menunjukkan 23 provinsi memiliki stok vaksin untuk 2“5 bulan, sembilan provinsi untuk 5-7 bulan, dan enam provinsi memiliki ketersediaan lebih dari tujuh bulan.
Stok tersebut diprioritaskan untuk pelaksanaan ORI dan imunisasi kejar di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang menjadi wilayah prioritas pengendalian campak.
Rizka menegaskan vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui evaluasi keamanan, mutu, dan khasiat, serta mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
“Artinya, vaksin tersebut telah dipastikan aman dan efektif digunakan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi keliru terkait vaksin, termasuk klaim bahwa vaksin mengandung microchip atau senjata biologis.
“Informasi tersebut adalah hoaks. Vaksin hanya berisi komponen biologis yang berfungsi merangsang sistem imun tubuh untuk melawan penyakit,” ujarnya. [in]