Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Masyarakat Sipil Peduli Kemanusiaan Aceh Kecam Tindakan Provokatif Ade Armando terhadap Jusuf Kalla

Masyarakat Sipil Peduli Kemanusiaan Aceh Kecam Tindakan Provokatif Ade Armando terhadap Jusuf Kalla

Jum`at, 24 April 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Koordinator Masyarakat Sipil Peduli Kemanusiaan Aceh, Murdani Yusuf. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Masyarakat Sipil Peduli Kemanusiaan Aceh mengecam Ade Armando karena tindakan provokatif yang dinilai telah menyudutkan tokoh nasional Jusuf Kalla melalui potongan video ceramah yang beredar di media sosial.

Koordinator Masyarakat Sipil Peduli Kemanusiaan Aceh, Murdani Yusuf, menyebut bahwa narasi yang berkembang saat ini berpotensi menyesatkan publik karena diduga berasal dari potongan video yang telah diedit dan diambil di luar konteks pidato asli.

Menurut Murdani, video tersebut merupakan cuplikan dari ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disampaikan beberapa waktu lalu. Namun, potongan yang beredar dinilai tidak utuh dan cenderung membangun persepsi negatif terhadap isi pidato.

“Kami melihat ada upaya sengaja mengutip bagian tertentu dari pidato Pak JK untuk membangun narasi yang tidak sesuai dengan pesan aslinya. Ini sangat berbahaya karena bisa memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegas Murdani kepada media dialeksis.com di Banda Aceh, Jumat (24/4/2026).

Murdani menilai, langkah pelaporan terhadap Jusuf Kalla yang dilakukan oleh sejumlah pihak tidak murni sebagai upaya hukum, melainkan sarat kepentingan yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Ia bahkan secara tegas menyebut keterlibatan Permadi Arya bersama Ade Armando dalam menyebarluaskan narasi yang dianggap provokatif.

“Ade Armando dan Abu Janda diduga sengaja menyebarkan potongan video yang sudah diedit untuk memprovokasi publik dan mengganggu suasana damai yang selama ini terjaga, khususnya di Aceh,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa dalam potongan video yang beredar, seolah-olah Jusuf Kalla membenarkan tindakan kekerasan atas nama agama. Padahal, setelah ditelusuri melalui rekaman utuh, isi ceramah tersebut justru menegaskan bahwa semua agama melarang tindakan pembunuhan.

“Ini yang kami anggap sebagai bentuk pengaburan fakta. Narasi yang dibangun sangat berbeda dengan substansi pidato aslinya,” tambahnya.

Bagi masyarakat Aceh, sosok Jusuf Kalla bukan sekadar tokoh nasional. Ia memiliki peran historis dalam proses perdamaian Aceh, terutama dalam momen penting Perjanjian Helsinki yang mengakhiri konflik panjang di daerah tersebut.

Karena itu, Murdani menegaskan bahwa masyarakat Aceh merasa memiliki tanggung jawab moral untuk meluruskan informasi yang dianggap menyudutkan tokoh yang berjasa besar bagi perdamaian.

“Pak JK adalah tokoh bangsa, negarawan, dan sangat berjasa dalam perdamaian Aceh. Kami terpanggil untuk memberikan dukungan moral dan meluruskan narasi yang keliru,” katanya.

Tidak hanya sebatas kecaman, Masyarakat Sipil Peduli Kemanusiaan Aceh juga berencana menempuh jalur hukum. Mereka tengah mempersiapkan laporan resmi ke pihak kepolisian terhadap Ade Armando dan Abu Janda.

Laporan tersebut akan berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, dengan mengacu pada ketentuan Pasal 48 juncto Pasal 32 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Pasal 243 KUHP.

“Kami sedang menyusun laporan. Insya Allah dalam waktu dekat akan kami sampaikan ke kepolisian. Ini penting agar ada kejelasan hukum dan tidak terjadi pembiaran terhadap informasi yang menyesatkan,” ujar Murdani.

Masyarakat Sipil Peduli Kemanusiaan Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang belum tentu utuh.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum untuk bersikap objektif dan profesional dalam menangani laporan yang dinilai bersifat tendensius.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak terhasut oleh potongan video yang belum tentu benar. Mari kita jaga persatuan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta perdamaian yang telah susah payah kita bangun,” tutup Murdani. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI