Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Mudik Lebaran 2026 Lebih Nyaman, 106 Gereja Buka Pos Istirahat untuk Pemudik

Mudik Lebaran 2026 Lebih Nyaman, 106 Gereja Buka Pos Istirahat untuk Pemudik

Jum`at, 13 Maret 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi. Sebanyak 106 gereja di berbagai wilayah Indonesia membuka fasilitas singgah bagi pemudik menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 M. [Foto: Humas Kemenag]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sebanyak 106 gereja di berbagai wilayah Indonesia membuka fasilitas singgah bagi pemudik menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 M. Layanan ini dikemas dalam program Gereja Ramah Pemudik yang digerakkan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.

Berdasarkan data yang dihimpun Ditjen Bimas Kristen hingga awal Maret 2026, gereja-gereja tersebut menyediakan fasilitas bagi pemudik seperti tempat beristirahat, air minum, toilet, tempat ibadah, serta fasilitas pengisian daya telepon genggam.

Beberapa gereja yang tercatat dalam program ini antara lain HKBP Pasaman Barat, GPDI Bukit Sion Bangko Sempurna, GPT Mawar Saron, serta sejumlah gereja dari jaringan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dan Gereja Pentakosta Indonesia (GPI).

Di Manado misalnya, gereja yang berada di jalur strategis seperti Gereja Pentakosta di Indonesia Batas Kota Malalayang Dua dan Gereja Masehi Injili di Minahasa Abraham Sario turut membuka fasilitas gereja sebagai tempat singgah bagi pemudik. 

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari surat imbauan Dirjen Bimas Kristen Nomor B-69/DJ.IV/HM.00/03/2026 tentang dukungan terhadap kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026 M.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, mengatakan kehadiran gereja di tengah masyarakat diharapkan dapat membawa nilai kasih dan solidaritas kemanusiaan. “

Kegiatan pelayanan ini merupakan panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah masyarakat serta memperkuat solidaritas dan harmoni kehidupan berbangsa,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kegiatan pelayanan sosial seperti berbagi takjil maupun penyediaan fasilitas bagi pemudik merupakan wujud nyata kontribusi gereja dalam memperkuat moderasi beragama dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Jajaran Bimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama di berbagai provinsi bersama gereja, penyuluh agama Kristen, pengawas pendidikan agama Kristen, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) turut menggerakkan pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah.

Selain membuka fasilitas singgah bagi pemudik, kegiatan pelayanan yang dilakukan juga diwujudkan melalui aksi berbagi kasih dan pembagian takjil kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai daerah, aksi pelayanan berbagi tersebut telah dilaksanakan di sejumlah wilayah antara lain Batam Kepulauan Riau, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Salatiga dan wilayah lain di Jawa Tengah, serta Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Secara keseluruhan, kegiatan Aksi Pelayanan Berbagi Menyambut Bulan Suci Ramadan telah dilaksanakan di 33 titik lokasi, yang meliputi 26 titik kegiatan oleh gereja, 3 titik oleh Sekolah Menengah Teologi Kristen, serta 4 titik kegiatan oleh penyuluh, pengawas, dan ASN. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI