Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Nasional / Nasir Djamil: Sudahlah Pak Jokowi Berhenti Beretorika, Rakyat Butuh Harapan

Nasir Djamil: Sudahlah Pak Jokowi Berhenti Beretorika, Rakyat Butuh Harapan

Rabu, 05 Agustus 2020 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengeluhkan dana anggaran corona rendah, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil sebut agar Jokowi berhenti beretorika, rakyat butuh harapan. 

"Sudahlah Pak Jokowi rakyat butuh harapan, berhentilah beretorika, marah-marah, kesal-kesal. Pak Presiden, anda punya kewenangan penuh untuk mengganti para menteri kalau memang anda menilai mereka tidak cocok diposisi tersebut." tulis Nasir seperti dikutip dialeksis.com dari laman Facebook miliknya, Rabu (5/8/2020).

Di laman Facebook miliknya, Nasir membagikan cuplikan video di acara 'Apa Kabar Indonesia Malam' TVONE yang dirinya menjadi salah seorang narumber dengan teman "Dana Corona, Presiden "Jewer" Menteri".

Di video berdurasi 3.41 menit itu, Nasir menyampaikan ketika Presiden Jokowi marah atau kesal, itu menunjukkan bahwa Jokowi tengah marah dengan dirinya sendiri, kesal dengan dirinya sendiri dan frustasi terhadap dirinya sendiri.

Hal tersebut bisa jadi, kata Nasir, informasi yang presiden terima terkait ada beberapa negara yang jatuh akibat resesi, kondisi ekonomi yang sangat berat, bisa jadi Jokowi terpuruk akan hal itu.

"Bahkan negara tetangga saja Singapura kondisi ekonominya sudah sangat terpuruk, bahkan beberapa negara Eropa juga. Lalu Indonesia juga barangkali sudah di depan mata," kata Nasir.

"Sepertinya Presiden Jokowi galau menghadapi ini semua. Sehingga kemudian dia melihat bahwa, mungkin ada yang salah dengan kabinetnya," sambung Nasir.

Nasir yang juga anggota Komisi III DPR RI ini menyebutkan, bahwa presiden Jokowi juga sudah pernah diingatkan terkait komposisi susunan kabinetnya harus mencerminkan situasi dan kondisi bangsa Indonesia.

"Seperti seorang manager seharusnya. Ketika dia menghadapi lawan berat, dia melakukan formasi dan strategi. Ini yang saya lihat tidak dilakukan oleh presiden. Jadi situasinya luar biasa, jadi beliau harus melakukan hal-hal yang luar biasa pula,” pungkasnya. (IDW)


Editor :
Indra Wijaya

riset-JSI
Komentar Anda