Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Pemotongan Hewan Kurban Harus Penuhi Kaidah Syariat dan Kesehatan

Pemotongan Hewan Kurban Harus Penuhi Kaidah Syariat dan Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Ilustrasi hewan kurban. [Foto: padang.go.id]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) mengingatkan pentingnya penerapan prinsip pemotongan hewan kurban yang sesuai syariat, higienis, serta memperhatikan kesejahteraan hewan.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, mengatakan panitia kurban perlu memahami tata cara penanganan dan penyembelihan hewan yang benar, mulai dari pemilihan hewan hingga pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah pemotongan.

“Peningkatan pemahaman bagi panitia kurban sangat diperlukan, mulai dari penentuan hewan kurban yang sesuai syariat dan sehat, tata cara penanganan hewan, kebersihan lokasi serta peralatan pemotongan, hingga pelaksanaan pemeriksaan ante mortem dan post mortem,” ujar Ketut.

Menurut dia, penerapan standar kebersihan dan kesehatan penting untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.

Sementara itu, Staf Pengajar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Supratikno, menegaskan proses penyembelihan harus dilakukan oleh juru sembelih halal yang kompeten dan memahami prinsip kesejahteraan hewan.

Ia menjelaskan terdapat lima prinsip kesejahteraan hewan yang perlu diterapkan selama pelaksanaan kurban, yakni hewan bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari rasa sakit dan penyakit, bebas dari rasa takut dan stres, serta dapat mengekspresikan perilaku alaminya.

Salah satu penerapannya dilakukan melalui pengaturan pakan sebelum penyembelihan. Hewan kurban dianjurkan dipuasakan maksimal 12 jam sebelum dipotong, tetapi tetap diberikan air minum.

“Hewan boleh lapar, tetapi tidak boleh kelaparan. Jika penampungan melebihi 12 jam, hewan harus kembali diberi pakan,” kata Supratikno.

Menurut dia, puasa sebelum penyembelihan bertujuan mengurangi risiko gangguan pencernaan, meminimalkan kontaminasi saat pemotongan, serta menjaga kualitas daging.

Selain proses penyembelihan, penanganan daging kurban juga menjadi perhatian. Dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi SKHB IPB University, Denny Widaya Lukman, mengatakan area pencacahan daging harus dipisahkan dari area penanganan jeroan guna menjaga kebersihan dan kualitas produk.

“Jeroan pun perlu dipisahkan antara jeroan merah dan jeroan hijau,” ujar Denny.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan kurban tahun ini dapat berjalan aman, sehat, tertib, dan sesuai syariat. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI