Beranda / Berita / Nasional / Pfizer Klaim Vaksin Corona Racikannya Efektif Cegah Covid-19

Pfizer Klaim Vaksin Corona Racikannya Efektif Cegah Covid-19

Selasa, 10 November 2020 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

(CNN Indonesia/Agus Triyono)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Harga minyak meroket pada perdagangan Senin (9/11) waktu AS, setelah Pfizer mengklaim vaksin corona racikannya efektif mencegah penyakit covid-19 hingga lebih dari 90 persen.

Minyak mentah AS melonjak 11 persen menjadi US$41,22 per barel, setelah bertahan di level bawah US$40 per barel beberapa hari terakhir.

Melansir CNN.com, Selasa (10/11), minyak mentah Brent yang menjadi patokan dunia naik hampir 9 persen menjadi US$42,80 per barel.

Berita perkembangan vaksin corona yang lebih baik dari perkiraan ini sangat penting bagi industri minyak karena pandemi telah mengakibatkan jatuhnya permintaan bahan bakar jet dan bensin yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan infeksi covid-19 yang melonjak di seluruh Amerika Serikat (AS) dan Eropa, investor khawatir pembatasan kesehatan baru yang akan mengganggu pertumbuhan ekonomi dan merembes ke permintaan minyak, yang merupakan sumber kehidupan ekonomi global.

"Minyak naik gila-gilaan dengan menggabungkan antara vaksin corona potensial dan rebound (bangkit) dalam pertumbuhan permintaan global," ungkap Direktur Penelitian Komoditas di ClipperData Matt Smith.

Diketahui, Pfizer memprediksi mampu memproduksi lebih dari 1 miliar dosis vaksin corona pada tahun depan. Hal tersebut disampaikan CEO Albert Bourla kepada Dr. Sanjay Gupta.

Pfizer mengatakan vaksin buatannya efektif dalam mencegah covid-19. Sebagai perbandingan, vaksin flu hanya efektif 40 persen hingga 60 persen. Padahal, beberapa analis telah mengantisipasi vaksin corona hanya akan efektif 50 persen saja.

Untuk industri minyak, vaksin menjadi hal yang sangat positif. Penguncian besar-besaran musim semi lalu membantu jatuhnya harga minyak, dengan minyak mentah AS menjadi negatif untuk pertama kalinya.

Harga minyak hanya rebound setelah OPEC dan Rusia merespons dengan pemangkasan produksi yang memecahkan rekor.

Namun, perkembangan vaksin dapat menghilangkan tekanan pada Kongres yang terpecah untuk memberikan bantuan kepada ekonomi AS, yang melambat setelah pemulihan musim panas yang cepat [cnnindonesia].

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda