Beranda / Berita / Nasional / Polri Operasi Penegakan Hukum Untuk Lemahkan KKB

Polri Operasi Penegakan Hukum Untuk Lemahkan KKB

Sabtu, 26 September 2020 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

[Foto: doc. tribratanews]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Gangguan Kantibmas disebabkan oleh tindakan teror yang dilakukan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mengalami peningkatan yang cukup aignifikan, menjelang akhir tahun.

Pengaruhnya telah menyebabkan ganguan bagi kenyamanan dirasakan masyarakat setempat, terutama oleh para kru pesawat terbang. Melalui media sosial anggota KKB menyebarkan ancaman akan mengincar pesawat yang melintas di pegunungan Papua.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpaw mengatakan, ancaman teror juga disebar melalui sejumlah video berisi ancaman dan teror oleh juru bicara Tentara Pembabasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka, Sebby Sambon. Dampak negatifnya, para kru pesawat menolak mengangkut personel TNI dan Polri.

Situasi seperti tentu saja dapat mengganggu tugas-tugas Kepolisiaan dalam menegakkan kantibmas di wilayah Papua.

Dikhawatirkan pula situasi seperti itu berdampak terhadap psikologis masyarakat. Masyarakat akan merasa tertekan dengan aksi teror KKB. Hal itu dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat kepercayaannya kepada jajaran Polri sebagai pengawal dan penegak kantibmas di tengah-tengah masyarakat.

Oleh karena itu operasi penegakan hukum di wilayah Papua, khususnya di wilayah-wilayah yang diidentifikasi sebagai sarang bagi aktivitas teror KKB perlu kiranya segera dilakukan jajaran Polri.

Operasi penegakan hukum sepertinya perlu untuk memulihkan kepercayaam masyarakat setempat kepada jajaran Polri. Selain itu operasi penegakan hukum juga perlu untuk meningkatkan rasa percaya diri jajaran kepolisian yang bertugas di wilayah Papua agar terbebas dari tekanan psikologis dari teror KKB.

Operasi penegakan hukum terkait aksi kekerasan anggota KKB itu perlu kiranya secara simultan dan berkelanjutan dan paralel dengan counter isu untuk mengahadapi upaya pemutarbalikan fakta dan kampanye negatif anggota KKB baik melalui medsos dan juga melalui media online. KKB kerap kampanye berupa narasi berisi fitnah dan tudingan kepada TNI dan Polri.

Perlu kiranya menjadi perhatian, dalam sepekan terakhir aksi teror KKB menyebabkan korban jiwa. Dua anggota TNI gugur dan satu sipil. Dua pengojek telah menjadi korban kekerasan anggota KKB. Korban bernama Laode Anas (34) dan Fatur Rahman (23).

Setelah itu, aksi kekerasan oleh anggota KKB kembali terjadi di kampung Biloga, distrik Sugapa. Anggota TNI serka Sahlan gugur dan seorang warga sipil Bahdawi. Kembali aksi teror KKB menimbulkan korban jiwa, Babinsa Koramil Persiapan Hitadipa Pratu Dwi Akbar gugur kena luka tembak serangan anggota KKB [tribratanews].

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda