Beranda / Berita / Nasional / Prabowo Bicara Bagi Kursi Menteri, Ketua TKN: Fokus Dulu Upaya Pemenangan

Prabowo Bicara Bagi Kursi Menteri, Ketua TKN: Fokus Dulu Upaya Pemenangan

Sabtu, 30 Maret 2019 11:04 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, Erick Thohir menilai apa yang dilakukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tentang bagi-bagi jatah kursi menteri, terlalu dini untuk dibicarakan. Dia menegaskan, timnya masih berfokus pada upaya pemenangan dalam pemilihan presiden 2019.

Dilansir dari laman tempo.co, Erick sendiri mengaku tidak tertarik masuk dalam kabinet Jokowi apabila jago yang diusungnya itu terpilih kembali.

"Insya Allah enggak (akan masuk pemerintahan). Saya tidak tertarik masuk dalam kabinet," ujar Erick Thohir di Senayan City, Jakarta pada kemarin, Jumat, (29/3).

Dia merencanakan akan kembali menjadi pengusaha setelah pesta demokrasi 2019 ini usai. 

"Saya ingin kembali berusaha setelah April, apalagi keluarga saya selama tiga tahun ini, Sabtu-Minggu saja saya tinggal. Setelah April, kalau Pak Jokowi terpilih kembali, saya juga punya kesempatan balik ke keluarga," ujarnya.

Sementara itu, Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan, kubunya memilih untuk merahasiakan hal demikian. 

"Tidak perlu dikeluarkan sekarang karena kita bekerja dulu, menang dulu lah. Menang saja belum, kok sudah dikeluarkan?" kata Ma'ruf lewat keterangan tertulis pada Jumat, (29/3).

Berbeda dengan kubu Jokowi - Ma'ruf, kubu Prabowo sudah membicarakan soal pembagian jatah menteri. Prabowo, secara terbuka, menjanjikan jabatan menteri untuk elite partai politik pendukungnya. Di antaranya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Presiden PKS Shohibul Iman. Teranyar, Prabowo menjanjikan kursi menteri kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Saya tanya AHY pantas enggak jadi menteri? Jujur ya. Eh eh eh jangan karena gantengnya aja ya. Dia ganteng tapi dia lulusan Harvard, lu tau berapa orang Indonesia yang lulus dari Harvard tiap tahun mungkin 2-3 orang," kata Prabowo di stadion Sidolig, Bandung, Kamis, (28/3).

Prabowo mengatakan, dia ingin masyarakat mengetahui terlebih dahulu calon pengisi kabinetnya, sebelum pemilihan presiden 2019. 

"Untuk apa saya sembunyi-sembunyi. Lu mau beli kucing dalam karung," kata Prabowo.

Keyword:


Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda