Beranda / Berita / Nasional / Sambut HUT RI, Jokowi Gelar Doa Kebangsaan di Istana

Sambut HUT RI, Jokowi Gelar Doa Kebangsaan di Istana

Jum`at, 02 Agustus 2019 08:13 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar doa kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/8) malam. Doa kebangsaan digelar dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-74 RI. 

Dalam doa tersebut, Jokowi mengajak semua pihak untuk mempererat persatuan dan persaudaraan.

"Karena potensi besar kita dimulai dengan adanya rasa persatuan, rasa persaudaraan kita sebagai saudara, sebangsa dan setanah air," kata Jokowi dalam sambutannya.

"Persaudaraan lah yang akan membawa negara kita maju. Menatap masa depan dengan optimisme," ujar Jokowi.

Jokowi menyatakan sebagai bangsa yang besar, seluruh masyarakat harus memiliki cita-cita dan mimpi yang besar. Namun, kata presiden terpilih itu, masalah dan tantangan besar juga menanti di depan mata.

"Insyaallah semuanya bisa kita atasi sehingga cita-cita kemerdekaan yang dikumandangkan 74 tahun lalu bisa terwujud," tuturnya.

Mantan wali kota Solo itu juga mengajak semua pihak menjaga kearifan lokal dan nasional. Jokowi menyatakan sebuah yang bersatu akan bersama-sama mengatasi setiap permasalahan yang ada.

"Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing," tuturnya.

Dalam acara doa kebangsaan ini, Jokowi turut didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya Mufidah Kalla juga hadir dalam acara yang juga digelar tahun lalu.

Selain itu hadir sejumlah tokoh, antara lain Rais 'Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu' tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Kemudian Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW), KH Musthofa Aqil Siroj, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Yogyakarta KHAhmadMuwafiq aliasGusMuwafiq, KetuaUmumLajnahTanfidziyah Syarikat Islam (SI )IndonesiaHamdanZoelva, Pengasuh PondokPesantrenTahfidzDaarul Quran KetapangUstazYusufMansur, para ulama, pemuka agama lain, dan tamu undangan lainnya. (im/CNNIndonesia)




Keyword:


Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda