dinas pendidikan ramamdhan
Beranda / Berita / Nasional / Sekolah Tatap Muka di Berbagai Daerah, Beginilah Kondisinya

Sekolah Tatap Muka di Berbagai Daerah, Beginilah Kondisinya

Senin, 04 Januari 2021 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

(Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Di awal Januari 2021, Mendikbud Nadiem Makarim telah mengizinkan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru 2021 yang dimulai Januari ini. Namun, tiap-tiap daerah memiliki kebijakan yang berbeda.

Awalnya, Nadiem mengeluarkan kebijakan terkait sekolah tatap muka di tengah pandemi. Nadiem kini memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai 2020/2021.

Nadiem menegaskan sekolah pembelajaran jarak jauh atau PJJ punya dampak negatif terhadap siswa maupun orang tua. Dampak itu termasuk psikososial.

"Mulai Januari 2021, ada tiga pihak yang menentukan apakah sekolah itu boleh dibuka atau tidak. Yang pertama adalah pemdanya sendiri, pemda atau dalam situasi yang lain kanwil atau kantor Kemenag," kata Nadiem Makarim dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, 20 November 2020.

Bulan Januari 2021 pun tiba. Beberapa daerah mengaku batal menerapkan sekolah tatap muka gegara mempertimbangkan pandemi Corona atau COVID-19 yang tidak juga mereda. Namun, ada juga daerah yang telah menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Berikut kebijakan sekolah tatap muka di berbagai daerah:

Pemprov Sumut Belum Diizinkan Sekolah Tatap Muka

Pemprov Sumatera Utara (Sumut) mengatakan belum ada izin pelaksanaan sekolah tatap muka saat pandemi COVID-19 di Januari 2021. Belajar tetap digelar secara daring.

"Belum ada (izin sekolah tatap muka), iya (belajar daring)," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Alpian Hutauruk, saat dimintai konfirmasi, Senin (4/1/2021).

Alpian mengatakan hal ini sudah diputuskan dalam rapat koordinasi yang dilakukan Pemprov Sumut bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut, psikolog anak, dan ahli epidemiologi. Rapat digelar pada Rabu (30/12/2020).

Rapat itu menghasilkan enam kesimpulan tentang sekolah tatap muka. Kesimpulan itu tertuang dalam laporan hasil rapat koordinasi kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung tahun 2021.

"Dari bidang kesehatan seluruh ahli menyatakan tidak mendukung pembelajaran tatap muka di bulan Januari 2021 dikarenakan tingkat penularan yang makin tinggi, kasus COVID-19 pada anak di Sumut yang terus meningkat," tulis poin pertama dalam kesimpulan hasil rapat.

Pada poin kedua, terdapat rekomendasi dari bidang pendidikan tentang sekolah tatap muka. Berbagai pihak di bidang pendidikan menilai sekolah tatap muka baru bisa dilakukan mulai Februari 2021.

"Dari bidang pendidikan merekomendasikan dimulainya pembelajaran tatap muka paling cepat pada tanggal 1 Februari 2021 dengan pertimbangan zonasi wilayah, kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan, dan daftar periksa yang menjadi syarat yang harus dipenuhi sekolah sesuai SKB 4 menteri," tulis kesimpulan rapat.

Berikutnya, terdapat poin yang menjelaskan apabila ada siswa yang terpapar COVID-19, maka pembelajaran tatap muka di sekolah akan dihentikan. Selain itu, pemerintah bakal menyusun mekanisme pengawasan kesehatan secara berjenjang jika dilakukan sekolah tatap muka.

Selain itu, kesimpulan rapat juga menjelaskan sekolah tatap muka sudah dilaksanakan di Kabupaten Batubara sejak November 2020. Di dalam rapat disebut pelaksanaan sekolah tatap muka itu berjalan aman.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menyebut pihaknya bakal membahas lagi rencana sekolah tatap muka pada Maret mendatang.

"Dari hasil rapat, ahli tentang anak-anak khususnya dalam sekolahan itu belum mengizinkan akibat COVID-19 yang belum usai. Maret dibicarakan lagi," kata Edy di Medan, Senin (4/1/2021).

Dia mengatakan semua sekolah belum diizinkan menggelar belajar tatap muka. Edy menyebut dirinya bakal menggelar rapat lagi bersama para ahli pada Maret 2021 untuk membahas pelaksanaan sekolah tatap muka.


Pemprov Riau Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka

Pemprov Riau belum memberi izin sekolah untuk memulai kegiatan belajar mengajar tatap muka di Januari 2021. Alasannya, kasus positif COVID-19 di Bumi Lancang Kuning masih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Zul Ikram, mengatakan keputusan itu diambil setelah rapat bersama Wakil Gubernur, Edy Natar Nasution dan Satgas COVID-19 pada Desember 2020. Sekolah tatap muka yang telah diizinkan pemerintah pusat digelar pada Januari 2021 diputuskan tak dilaksanakan di Riau.

"Mengingat masih tingginya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Riau. Sekolah belum diizinkan tim Gugus Tugas, dan arahan Wagub," kata Zul kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

Zul mengatakan Pemprov Riau awalnya merencanakan sekolah tatap muka digelar pada Januari 2021. Namun, pihaknya menunda hal tersebut dan masih melihat kondisi kasus positif Corona usai libur Natal dan tahun baru 2021.

Dari hasil rapat bersama Satgas COVID-19, Dinas Kesehatan, dan ahli epidemiologi, katanya, pelaksanaan sekolah tatap muka bakal dibahas lagi 2 pekan setelah masa libur Natal dan tahun baru usai. Namun, hal itu juga tergantung jumlah kasus Corona di Riau.

Dia juga buka suara soal adanya pihak sekolah yang mengirimkan surat ke orang tua siswa terkait persiapan sekolah tatap muka. Zul menegaskan sekolah tatap muka belum diizinkan di Riau.

Surabaya Undur Sekolah Tatap Muka Sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Sekolah tatap muka untuk SMP di Surabaya batal digelar bulan ini. Pandemi COVID-19 yang tak kunjung mereda menjadi salah satu pertimbangan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan soal sekolah tatap muka, meski segala persiapan sudah dilakukan. "Januari belum ada tambahan untuk yang bisa buka," kata Supomo kepada detikcom, Sabtu (2/1/2021).

Ia menjelaskan, untuk menggelar sekolah tatap muka ada beberapa parameter. Yakni dari para kepala sekolah, komite dan persetujuan wali murid serta pemerintah kota.

Supomo juga memastikan sekolah tatap muka akan diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sekolah pun akan digelar secara daring kembali secara menyeluruh.

Iya (diundur). Belum (tahu). Nanti sambil melihat analisa dari Satgas COVID-19 yang di dalamnya ada Dinas Kesehatan," lanjut Supomo.

Ia kembali menjelaskan empat hal yang menjadi pertimbangan, mengapa sekokah tatap muka batal digelar bulan ini.

"Pertimbangannya kan memang itu, yang menentukan sekolah bisa buka atau tidak. Jadi dari sekolah juga tidak ada usulan tambahan, dari komite juga masih belum, dari wali murid juga masih perlu penambahan untuk siapa saja yang diperkenankan untuk sekolah," papar Supomo.

"Jadi pertimbangan itu, kemudian kita mengambil kesimpulan, mungkin diundur sambil melihat perkembangan lebih lanjut," tambahnya.

Sistem pembelajaran daring akan dimulai pekan depan.

Pemprov DKI Batalkan Sekolah Tatap Muka

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR). Soalnya, pandemi Coronabelum aman untuk siswa hingga guru. Sekolah masih harus ditutup.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara langsung di semester genap TA 2020/2021. Prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan, sehingga seluruh sekolah di DKI Jakarta tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR)," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana dalam siaran pers di situs PPID Jakarta, Sabtu (2/1/2020).

Meski demikian, Disdik DKI terus menyiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam mempersiapkan rencana pembelajaran tersebut.

Beberapa rekomendasi pun telah diterima demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik dalam kebijakan pembelajaran tatap muka yang diambil.

Pemkot Depok Batalkan Sekolah Tatap Muka, Bogor Masih Kaji

Pemerintah Kota Depok sudah lebih dulu tidak mengizinkan sekolah tatap muka 202. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor 420/621-Huk/Dinkes yang diterbitkan Selasa (29/12/2020).

Sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih melakukan kajian tentang sekolah tatap muka 2021. Hal itu disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin.

"Ya kita sih oleh Dinas Pendidikan masih dikaji juga (tentang sekolah tatap muka)," kata Ade di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Jalan Bersih, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (28/12/2020) lalu.

Pemkot Pontianak Tunda Belajar Tatap Muka

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat, kembali menunda belajar tatap muka di sekolah akibat masih terdampak pandemi COVID-19. Pemkot Pontianak belum menentukan kapan belajar tatap muka bisa diterapkan.

"Sesuai dengan perkembangan kondisi pandemi COVID-19, maka kami menunda pembelajaran tatap muka di sekolah sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Senin (4/1/2021) seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan, belajar tatap muka di sekolah dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari Ketua Satgas COVID-19 Kota Pontianak (Wali Kota Pontianak).

"Untuk jadwal pembelajaran akademik semester genap tahun 2020-2021 tetap dimulai tanggal 4 Januari 2021 atau mulai hari ini," ujarnya.

Menurut dia, penundaan belajar tatap muka di sekolah itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada satuan pendidikan.

Kemudian juga berdasarkan Surat edaran Gubernur Kalimantan Barat nomor 421/3466/DIKBUD/2020, tanggal 16 Desember 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan PAUD/SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK/SLB dan satuan pendidikan lainnya, tahun pembelajaran 2020-2021 di masa pandemi COVID-19.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap mentaati protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Bayuwangi Akan Verifikasi Ulang Sekolah Tatap Muka

Banyuwangi akan mengkaji lagi sekolah tatap muka. Keputusan Itu dilakukan seiring naiknya kasus COVID-19. Dinas Pendidikan Banyuwangi dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur sepakat memberikan waktu kepada sekolah untuk kembali mempersiapkan diri.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Banyuwangi, Istu Handono mengatakan, pihaknya masih belum mengizinkan 57 SMA/SMK menggelar sekolah tatap muka.

"Belum ada PTM (Pembelajaran tatap muka) ya. Kita masih lakukan pembelajaran online," ujarnya kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

Untuk menggelar sekolah tatap muka, kata Istu, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Satgas COVID-19 Kabupaten Banyuwangi. "Kita masih menunggu hasil vidcon bersama Kepala BNPB dan kepala sekolah. Sementara KBM kita lakukan secara daring," tambahnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno mengatakan, pada dasarnya pihaknya ingin mengedepankan kesehatan dan keselamatan guru, orang tua, siswa dan masyarakat sebelum uji coba PTM digelar. Karena itu, PTM di Banyuwangi belum bisa digelar tepat pada 4 Januari 2021. Dinas Pendidikan memberikan waktu kepada sekolah dan Satgas COVID-19 Kecamatan untuk melakukan verifikasi ulang.

Padang: 575 Sekolah Belajar-Mengajar Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Habibul Fuadi mengungkapkan ada 575 sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP yang mulai melaksanakan belajar-mengajar tatap muka mulai hari ini.

Seluruh sekolah itu terdiri dari 477 SD dan 98 SMP, baik negeri maupun swasta.

"Laporan yang saya terima ada 22 satuan pendidikan (sekolah) yang belum buka sekolah tatap muka. Semuanya swasta," kata Habibul kepada wartawan pada Senin (4/1/2021).

Habibul menyebut ada 700 lebih Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Padang. Hari ini, sambung Habibul, PAUD juga kembali menggelar belajar tatap muka.

Untuk PAUD, satu kelas maksimal hanya 5 orang supaya tidak tercipta kerumunan. Sedangkan untuk SD dan SMP, satu kelas diisi setengah dari total siswa. mereka dibagi menjadi shift A dan B.

Shift A datang ke sekolah pada Senin-Rabu. Di saat bersamaan, shift B melaksanakan sekolah daring.

Setelah itu giliran shift B belajar di sekolah pada Kamis-Sabtu, dan shift A akan belajar secara daring di rumah.

Habibul menyebut pihaknya menguji coba sekolah tatap.muka sampai Februari 2020. Bila tidak ada kendala, pola yang dimulai akan dilanjut.

Selama masa uji coba ini, jadwal sekolah tatap muka dimulai sejak pukul 8.00 dan berakhir pukul 10.00 WIB.

Salah satu sekolah yang memulai sekolah tatap muka terlihat di SD Negeri 26 Air Tawar Timur, Kota Padang. Sesuai dengan protokol kesehatan dan instruksi Dinas Pendidikan setempat, anak-anak diwajibkan menggunakan masker.

Selain itu, sebelum memasuki ruang kelas, para murid diharuskan mencuci tangan dan melewati pemeriksaan suhu tubuh. Jika melewati ambang batas suhu, murid diminta kembali pulang. Waktu belajar di sekolah juga diperpendek tanpa waktu istirahat.

Sekolah tatap muka juga dimulai di SMP Negeri 30 Padang hari ini. Kepala SMP 30 Padang Revianti Tety mengatakan pihaknya menggelar proses belajar-mengajar dengan protokol kesehatan. Satu kelas hanya diisi setengah dari jumlah siswa.

Revi menyebut pihaknya masih membuka sekolah secara bertahap. Untuk minggu pertama ini, siswa yang masuk hanya kelas 9. Untuk minggu kedua, yang akan masuk kelas 8 dan kelas 9. Sedangkan untuk minggu ketiga, kelas 7, 8, dan 9.

Banda Aceh Gelar Belajar Tatap Muka, Jumlah Siswa Dibatasi

Pemerintah Kota Banda Aceh mengizinkan sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka. Namun, jumlah siswa yang hadir dibatasi 50% dari kapasitas sekolah setiap harinya.

"Sekolah ini kita terapkan 50% siswa per hari. Tidak 100% dalam masa uji coba," kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, kepada wartawan saat meninjau sekolah, Senin (4/1/2021).

Di Aceh, sekolah di bawah wewenang pemerintah kabupaten/kota terdiri dari PAUD hingga SMP. Sementara, SMA dan sederajat di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Aceh.

Siswa dan guru diwajibkan mencuci tangan saat hendak masuk area sekolah. Semua pihak wajib memakai masker selama berada di area sekolah.

Aminullah mengatakan sekolah yang dibuka hari ini adalah SD dan SMP/sederajat. Setiap sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona secara ketat.

Aminullah meminta pihak sekolah menegur siswa yang melanggar protokol kesehatan. Dia mengatakan bakal menutup sekolah bila ada siswa tertular COVID-19 [detik.com].

Keyword:


Editor :
Redaksi

kesbangpol
riset-JSI
esdm ramadhan
Komentar Anda