Kamis, 15 Oktober 2026
Beranda / Berita / Nasional / Terima Kritik Pedas soal Karhutla, Menhut: Jadi Vitamin untuk Bekerja Lebih Keras

Terima Kritik Pedas soal Karhutla, Menhut: Jadi Vitamin untuk Bekerja Lebih Keras

Rabu, 14 Oktober 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah terus berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. [Foto: dok. Kemenhut]


DIALEKSIS.COM | Banjarbaru - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah terus berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Ia menyebut kritik masyarakat terkait kabut asap sebagai vitamin yang memotivasi pemerintah untuk bekerja lebih keras.

Raja Juli mengatakan pemerintah pusat dan daerah memiliki empati terhadap masyarakat yang terdampak asap selama tiga bulan terakhir. Ia memastikan pemerintah tidak lepas tangan dalam menangani karhutla.

"Kritik itu adalah vitamin, obat untuk memotivasi kami untuk bekerja lebih keras," kata Raja Juli saat meninjau penanganan karhutla di Taman Nasional Sebangau, Selasa (13/10/2026).

Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak di lapangan, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri hingga Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Menurutnya, petugas terus berjibaku memadamkan api meski menghadapi kelelahan dan medan yang sulit.

Saat ini, pemerintah tidak hanya berfokus memadamkan titik api, tetapi juga berupaya memutus sumber penyebaran api atau yang disebutnya sebagai "kepala api". Langkah tersebut dilakukan dengan mempercepat penanganan dan menambah alat berat untuk membuat sekat api.

Pemerintah juga berencana menambah empat hingga lima ekskavator serta membangun sekitar 30 sumur bor. Sumur bor akan ditempatkan setiap 50 meter di area kepala api untuk mendukung upaya pemadaman.

Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC) terus dilakukan untuk membantu pembasahan lahan. Raja Juli menyebut hujan alami di Kalimantan Tengah diperkirakan baru turun menjelang November berdasarkan informasi BMKG. Penggunaan helikopter untuk pengeboman air atau water bombing juga menyesuaikan kondisi jarak pandang.

Raja Juli menegaskan pemerintah akan terus berupaya mengendalikan karhutla dan menerima kritik maupun evaluasi dari masyarakat. Ia mengajak semua pihak bersatu menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada kehidupan warga. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI