Minggu, 27 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / Tiga Bekal Imam Masa Kini: Moderasi, Keilmuan, dan Akhlak

Tiga Bekal Imam Masa Kini: Moderasi, Keilmuan, dan Akhlak

Minggu, 27 September 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Sekretaris Jenderal Majelis Tertinggi Urusan Agama Islam Mesir sekaligus Anggota Kantor Teknis Kementerian Wakaf Mesir, Ahmed Nabawi. [Foto: Humas Kemenag]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Peran imam dalam membangun perdamaian dunia kini tak cukup hanya bermodal penguasaan ilmu agama.

Imam masa kini juga dituntut memiliki wawasan luas, memahami perkembangan ilmu sosial dan teknologi, serta mampu menjadi teladan akhlak di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Tertinggi Urusan Agama Islam Mesir sekaligus Anggota Kantor Teknis Kementerian Wakaf Mesir, Ahmed Nabawi, dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Ahmed, ada tiga pilar utama yang harus dimiliki imam masa kini, yakni metodologi keagamaan yang moderat, perangkat keilmuan yang relevan dengan perkembangan zaman, dan akhlak.

Pilar pertama adalah pemahaman metodologi Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Menurutnya, pemahaman yang moderat dapat membentuk imam yang memiliki perspektif luas, toleran, dan mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana.

Sementara itu, imam juga perlu menguasai ilmu kontemporer seperti psikologi, sosiologi, hingga media digital. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk memahami persoalan masyarakat yang semakin kompleks.

“Di era media sosial dan kecerdasan buatan, imam harus mampu menguasai perangkat-perangkat modern ini untuk menyampaikan kebaikan, menangkal keburukan, dan memainkan peran penting dalam mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Ahmed.

Pilar terakhir adalah akhlak. Menurut Ahmed, ilmu agama dan penguasaan teknologi harus diiringi kesabaran, kasih sayang, kelapangan hati, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Dengan tiga bekal tersebut, imam diharapkan tidak hanya menjadi penyampai ajaran agama, tetapi juga mampu menjadi teladan dan berkontribusi dalam menciptakan perdamaian di tengah perubahan zaman. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI