Kamis, 25 Juni 2026
Beranda / Berita / Nasional / Wakili Mualem, Plt Kadistanbun Aceh Hadiri Pertemuan dengan Gubernur Gorontalo dan Trans Continent

Wakili Mualem, Plt Kadistanbun Aceh Hadiri Pertemuan dengan Gubernur Gorontalo dan Trans Continent

Kamis, 25 Juni 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Gubernur Aceh dan Gorontalo saling bertukar cenderamata, Rabu (24/6/2026). [Foto: dok. Distanbun Aceh]


DIALEKSIS.COM | Gorontalo - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, menyerahkan cendera mata dari Pemerintah Aceh kepada Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, MM, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Kompleks Trans Continent, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Sebagai balasan, cendera mata dari Pemerintah Provinsi Gorontalo diserahkan oleh Sekretaris Daerah Gorontalo, Sofyan Ibrahim. Prosesi tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Gorontalo, Dr. Ir. Muljady D. Mario, serta CEO dan Pendiri Trans Continent, Dr. Ismail Rasyid, SE, MMTr, beserta keluarga dan staf.

Dalam kunjungan tersebut, Azanuddin Kurnia didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara, Erwandi, SP, M.Si, sejumlah kepala bidang di lingkungan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta perwakilan Dinas Pangan Kabupaten Nagan Raya.

Azanuddin menjelaskan bahwa kehadiran rombongan Aceh merupakan tindak lanjut dari undangan Dr. Ismail Rasyid. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai pengembangan berbagai sektor pembangunan di Provinsi Gorontalo, khususnya pertanian, perkebunan, dan peternakan.

“Kedatangan kami hari ini atas undangan Bapak Ismail Rasyid. Beliau mengundang Gubernur Gorontalo beserta jajaran pemerintah daerah untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan berbagai sektor, terutama pertanian, perkebunan, dan peternakan,” ujar Azanuddin.

Pada kesempatan itu, Ismail Rasyid memaparkan perkembangan usaha Trans Continent yang baru berjalan sekitar dua tahun di Gorontalo. Ia menyebutkan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Bea Cukai, Badan Karantina, dan berbagai pihak lainnya telah memungkinkan hadirnya Pusat Logistik Berikat di kawasan tersebut.

“Perusahaan kami bergerak di bidang multimoda transportasi, logistik, dan rantai pasok global. Pada tahun kedua di Gorontalo, kami juga mulai mengembangkan aktivitas di Bandara Djalaluddin,” kata Ismail.

Ia menjelaskan, kompleks Trans Continent yang memiliki luas sekitar 20 hektare tidak hanya difungsikan sebagai kawasan pergudangan untuk aktivitas ekspor-impor, tetapi juga dikembangkan untuk usaha penggemukan sapi, budidaya kelapa, tanaman pangan, hortikultura, serta sektor lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

“Kami juga membuka peluang kerja sama bagi pengusaha lokal yang ingin berkembang bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung investasi dan pengembangan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah Gorontalo akan terus mendukung setiap upaya yang dilakukan para pengusaha selama sejalan dengan program pemerintah dan kepentingan masyarakat. Kami akan memberikan ruang sesuai regulasi yang berlaku karena pada akhirnya semua ini bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Gusnar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun daerah. Ia mencontohkan keberhasilan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) yang terlaksana berkat kerja sama berbagai pihak.

Menurutnya, PENAS tahun ini menjadi istimewa karena dihadiri Wakil Presiden dan Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan Pemerintah Aceh dalam kegiatan tersebut.

Foto: dok. Distanbun Aceh

“Kami biasa memanggil Gubernur Aceh dengan sebutan Mualem. Salam untuk beliau, semoga selalu sehat dan suatu saat kami dapat kembali bertemu,” kata Gusnar.

Menanggapi hal tersebut, Azanuddin menyampaikan salam dari Gubernur Aceh yang berhalangan hadir karena agenda lain.

“Bapak Gubernur Aceh menitipkan salam kepada Gubernur Gorontalo, seluruh peserta PENAS, dan masyarakat Gorontalo. Insya Allah salam dari Bapak Gubernur Gorontalo akan kami sampaikan kepada beliau,” ujarnya.

Azanuddin menambahkan, kunjungan ke Kompleks Trans Continent merupakan salah satu agenda kontingen Aceh selama mengikuti PENAS. Kunjungan tersebut bertujuan menambah wawasan mengenai pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam konsep kawasan terpadu.

“Banyak peserta dari Aceh yang terkesan melihat konsep pengembangan berbagai sektor dalam satu kawasan yang terintegrasi dan telah berstatus kawasan berikat. Kami berharap gagasan yang pernah dirintis Bapak Ismail Rasyid di Aceh dapat kembali dilanjutkan dan dikembangkan,” pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes