DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, secara resmi menutup Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia yang berlangsung di Banda Aceh, diikuti 126 peserta dari 21 kota.
Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa forum Raker tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan rekomendasi strategis yang mencerminkan komitmen bersama kota-kota dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Selama ini kita tidak hanya berdiskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategis yang mencerminkan komitmen bersama kota-kota dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” ujar Illiza dalam penutupan, Senin (20/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi antar daerah, termasuk dengan pemerintah pusat, baik melalui kementerian terkait maupun melalui jalur komunikasi resmi APEKSI.
Menurutnya, kontribusi kota-kota dalam pembangunan nasional sangat signifikan, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan seperti bencana dan pemulihan pascabencana.
“Kota-kota terus menunjukkan kontribusi luar biasa, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga membantu daerah lain, baik kota maupun kabupaten,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Illiza turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan panitia atas dedikasi dan kontribusi selama pelaksanaan kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama Banda Aceh menjadi tuan rumah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh peserta. Semoga kebersamaan ini menjadi bagian dari cerita indah dan memperkuat kerja sama ke depan,” ujarnya.
Illiza berharap, silaturahmi dan kolaborasi yang telah terjalin tidak berhenti pada forum semata, tetapi dapat diwujudkan dalam kerja nyata untuk membangun kota-kota yang lebih baik di Indonesia.
Selain itu, ia juga memperkenalkan berbagai potensi dan pengalaman yang dapat dinikmati di Banda Aceh, mulai dari wisata sejarah tsunami hingga kekayaan kuliner daerah.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga akan meluncurkan sistem peringatan dini (early warning system) banjir di enam titik yang dijadwalkan pada 25 April, serta menjadi tuan rumah kegiatan kesiapsiagaan nasional pada 26 April mendatang.
“Kota Banda Aceh terus berbenah menjadi kota tangguh, sejalan dengan tema yang kita usung dalam Raker kali ini,” kata Illiza.
Di akhir sambutannya, Illiza menyampaikan harapan agar pertemuan selanjutnya dapat terus memperkuat jejaring antar kota. Ia juga menyebut sejumlah kota yang akan menjadi tuan rumah kegiatan APEKSI berikutnya.
“Insya Allah tahun depan kita bertemu kembali di Dumai, dan kota-kota lainnya yang telah disepakati,” tutupnya. [nh]