Logo Dialeksis
rsu bireun
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Andai Liga Inggris Tak Selesai, Begini Skema Liverpool Juara EPL

Andai Liga Inggris Tak Selesai, Begini Skema Liverpool Juara EPL

Senin, 20 April 2020 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Penyerang andalan Liverpool, Mohamed Salah. [Foto: dok Instagram/Mosalah]


DIALEKSIS.COM - Apabila Liga Inggris 2019/2020 akhirnya tidak selesai gara-gara pandemi virus Corona COVID-19, Liverpool layak menjadi juara English Premier League (EPL) musim ini. Selain itu, degradasi juga seharusnya ditiadakan.

Hal tersebut dinyatakan oleh bos Brighton & Hove Albion, Tony Bloom. Pemilik klub berjuluk The Seagulls itu menanggapi skenario yang mengandaikan bahwa klasemen akhir Premier League 2019/2020 akan ditentukan lewat hitungan rata-rata poin per laga.

Skenario tersebut tidak akan mengubah posisi tiga tim terbawah di klasemen sementara Liga Inggris musim ini yang dihuni Bournemouth, Aston Villa, dan Norwich City.

Hitungan ini juga membuat Bournemouth terdegradasi dengan margin -1 (minus satu) selisih gol. Menurut Bloom, hitungan seperti demikian tidak tepat untuk menentukan degradasi.

"Saya hanya mengira ini tidak tepat untuk mengukur bahwa sebuah tim yang tidak bisa memainkan seluruh musim bisa kehilangan 0,2 poin dan juga ini tidak merepresentasikan kekuatan tim yang tidak bertanding dengan Anda" ucap Bloom dikutip Mirror.

Bloom berpendapat bahwa hitungan tersebut mungkin bisa dipakai untuk menentukan juara liga dan posisi enam besar.

"Anda akan mendapatkan juara liga, tentu saja Liverpool berhak. Anda mungkin juga bisa menggunakan kriteria itu [rata-rata poin per laga] untuk kualifikasi [kompetisi] Eropa," tambahnya.

Skenario Versi Klub Pada Jumat (17/4/2020) lalu, klub-klub Premier League melakukan rapat untuk membahas jalannya liga musim ini.

BBC melaporkan, mereka memutuskan untuk melanjutkan liga tanpa mematok tenggat maksimal berakhirnya musim. Klub-klub tersebut membahas sejumlah skenario untuk mengakhiri musim 2019/2020.

Salah satunya adalah menggelar sisa 92 pertandingan dalam jangka waktu 40 hari.

"Ini masih menjadi tujuan kami untuk menyelesaikan musim 2019-2020, tetapi saat ini penjadwalan masih bersifat sementara di tengah dampak COVID-19 yang semakin berkembang," ucap seorang juru bicara klub Premier League sebagaimana dikutip BBC.

Untuk memutuskan kebijakan yang sah, Premier League memerlukan persetujuan dari 70 persen (berjumlah 14) klub yang ada di strata tertinggi Liga Inggris ini.

Meskipun demikian, Tony Bloom memandang bahwa keputusan akan sulit disetujui, terutama menyangkut nasib juara liga dan degradasi.

"Saya tidak melihat bagaimana setiap orang akan sepakat untuk itu, terutama [70] persen yang diperlukan, untuk menentukan tim yang terdegradasi," ucapnya. (Tirto)

Editor :
Sara Masroni

BPBD
riset-JSI
pna
Komentar Anda