DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Saiful Bahri atau akrab disapa Pon Yaya berjanji akan memperjuangkan nasib atlet Aceh berprestasi, terutama bagi yang telah mengharumkan nama daerah dan negara di ajang olahraga.
“Kita akan berkoordinasi dengan Pemda Aceh, agar memberikan perhatian khusus terhadap atlet-atlet Aceh yang berprestasi,” kata Pon Yaya, saat membuka langsung Musprov Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Aceh di Banda Aceh, Selasa (28/4/2026).
Dalam arahan singkatnya, Pon Yaya mengapresiasi prestasi cabor angkat besi Aceh di PON ke-21 yang meraih juara umum Cabor Angkat Besi.
“Ini hasil yang tak bisa dianggap sebagai kebetulan. Akan tetapi ini adalah hasil dari konsistensi dan dedikasi dari semua elemen di PABSI Aceh. diperlukan program kerja yang visioner, sinergi antara pengurus dan atlet serta stake holder untuk meraih sukses PABSI Aceh selama ini,” kata Pon Yaya.
Dalam kesempatan itu, Pon Yaya secara khusus berjanji akan memperjuangkan nasib atlet Aceh yang berprestasi. Terutama atlet yang telah mengharumkan nama Aceh dan Indonesia, seperti Nurul Akmal.
“Kalau kita renung-renung, sedih kita mengingatnya, segitu perjuangannya, akan tetapi kini yang ia dapat hanya status pegawai dengan PPPK paruh waktu. Akan saya upayakan petunjuk dan solusi dengan berkoordinasi bersama mantan Sekum dan Ketum KONI Aceh (M Nasir Syamaun Sekda Aceh dan Muzakir Manaf Guberur Aceh),” kata Pon Yaya dalam nada getir.
Pon Yaya secara khusus juga meminta agar Nurul Akmal berdoa semoga Pemerintah Aceh mengabulkan harapannya. “Doakan Kak Nurul ya agar berhasil. Kita atlet berprestasi bukan hanya mengangkat nama diri, keluarga, namun juga daerah dan negara. Sudah saatnya juga atlet berprestasi mandiri secara ekonomi, Namun juga menjadi tulang punggung keluarga,” kata Pon Yaya.
Ia berharap kalau memungkinkan, Pon Yaya berharap agar atlet Aceh berprestasi bisa diangkat menjadi PNS di negeri Aceh. “Bukan hanya Kak Nurul saja, yang lain juga akan kita upayakan, bansa Aceh yang telah mengharumkan nama Aceh dan bahkan indonesia di ajang olahraga, hendaknya diberi perhatian yang lebih luas oleh Pemerintah Aceh,” tegas Pon Yaya.
Di sisi lain Pon Yaya mengin gatkan jajaran Pengprov yang berada di bawah koordinasi KONI Aceh, untuk benar benar memperhatikan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, hingga tak bermasalah di kemudian hari.
“Jangan sampai kita melanggar ketentuan dan peraturan yang telah ada,” kata Pon Yaya.
Ditambahkan, KONI Aceh tetap komit dengan upaya konsistensi dan peningkatan prestasi atlet Aceh di event regional dan nasional. Namun karena keterbatasan anggaran, bantuan yang diberikan benar benar terukur dan efektif. Misalnya bantuan dana untuk Pelatda PON beladiri, serta Pelatda lainnya. Dengan harapan kontinuitas pembinaan dan pelatihan tetap berlangsung.
“Kita juga memberlakukan satu buku untuk satu kegiatan, seperti kegiatan Pelatda, terutama yang mendapat bantuan dari Pemerintah Aceh melalui KONI Aceh, hingga tak ada cawe-cawe yang bisa merugikan secara personal atau kelembagaan KONI itu sendiri, terutama dari sisi akuntabilitas dan pengelolaan keuangan yang simpel serta transparan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Pon Yaya berharap Musprov Cabor Angkat Besi itu berlangsung sesuai harapan dan menjadi batu pijak bagi rangkaian sukses PABSI Aceh ke depan.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmannirrahim, secara resmi Musprov PABSI Aceh tahun 2026 kami nyatakan dibuka,” kata Pon Yaya disambut applaus panjang pengunjung.
Sebelumnya, Ketua Pengprov PABSI Aceh, Drs HT Rayuan Sukma dalam sambutan singkatnya mengatakan, PABSI Aceh merupakan salah satu Cabor yang setia menjadi penyumbang medali untuk Aceh di tiga PON terakhir. Bahkan pada PON ke-21, Aceh meraih status juara umum angkat besi.
“Terimakasih untuk prestasi yang sangat membanggkakan. Ini lah hasil dari komitmen kuat kita untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Aceh. Ke depan, prestasi itu hendaknya terus dipertahankan. Apresiasi penuh juga dari saya terhadap pelatih, atlet dan semua stake holder yang telah mendukung terwujudnya prestasi emas atlet angkat besi Aceh secara konsisten dalam satu dekade terakhir,” kata Rayuan Sukma yang disambut tepuk tangan peserta Musprov.
Ketua Panitia Pelaksana, Agussani melaporkan, kegiatan Musprov PABSI Aceh itu diikuti oleh 16 Pengcab yang masih aktif. Sementara total pengcab yang ada mencapai 22 pengcab di seluruh Aceh. Karena proses Pengprov di perpanjang dan berstatus Plt yang tetap dipegang oleh T Rayuan Sukma, yang juga Waketum 1 KONI Aceh, maka belum bisa dilakukan Muskab/Muskot PABSI di Aceh yang habis masa baktinya.
“Seharusnya semua bisa ikut, hanya karena terkendala regulasi, mereka gagal ikut acara ini. Segera setelah pengurus baru terbentuk, agenda pertama adalah menghidupkan kembali Pengcab yang telanjur habis masa baktinya,” kata Agussani yang diiyakan oleh Efendi Eria yang juga pelatih kepala PABSI Aceh.
Pembukaan Musprov PABSI Aceh itu ikut dihadiri Waketum 2 KONI Aceh, drs Bahtiar Hasan MPd, Waketum 3 Dr Mansur, para Kabid KONI Aceh, jajaran pengprov cabor serta undangan lainnya. [*]