Senin, 19 Oktober 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / FFI: Program Timnas Futsal ke Brasil Tak Lepas dari Dukungan PSSI dan Kemenpora

FFI: Program Timnas Futsal ke Brasil Tak Lepas dari Dukungan PSSI dan Kemenpora

Senin, 19 Oktober 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Timnas Futsal Indonesia gagal melangkah ke semifinal Futsal Nation Cup 2026 yang berlangsung di Sao Jose dos Pinhais, Parana, Brasil, 12-18 Oktober 2026. [Foto: dok. FFI/PSSI]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Timnas Futsal Indonesia gagal melangkah ke semifinal Futsal Nation Cup 2026 yang berlangsung di Sao Jose dos Pinhais, Parana, Brasil, 12-18 Oktober 2026.

Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Brasil dan Cape Verde. Sementara Grup B dihuni Jepang, Peru, dan Afghanistan.

Dalam fase grup, Timnas Futsal Indonesia menelan dua kekalahan, yakni 3-0 dari Brasil dan 2-0 dari Cape Verde. Hasil tersebut membuat Indonesia gagal melaju ke semifinal.

Timnas Futsal Indonesia kemudian kembali menelan kekalahan pada perebutan posisi kelima. Indonesia kalah 2-1 dari Peru sehingga harus mengakhiri turnamen tanpa meraih poin.

Sekretaris Jenderal Federasi Futsal Indonesia (FFI), Budi Setiawan, mengatakan hasil di Brasil menjadi bagian dari proses pengembangan tim nasional.

Menurut dia, masih banyak aspek yang harus dibenahi agar Timnas Futsal Indonesia dapat mencapai target masuk 10 besar dunia.

"Hasil apa pun yang diperoleh ini menjadi bagian pengembangan tim untuk menembus posisi 10 besar dunia. Masih banyak yang perlu dibenahi untuk mendapatkan tim yang diharapkan," kata Budi Setiawan.

Di sisi lain, Budi menegaskan program Timnas Futsal Indonesia ke Brasil tidak dapat terlaksana tanpa dukungan PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

FFI, kata dia, pada tahun ini mendapatkan dana APBN sekitar Rp 20 miliar. Keberangkatan Timnas Futsal Indonesia ke Brasil menjadi salah satu bagian dari penggunaan anggaran tersebut.

Menurut Budi, penggunaan dana APBN harus dipertanggungjawabkan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan program, penggunaan anggaran, kesesuaian mata anggaran, realisasi, prosedur, hingga administrasi.

"Keberangkatan ke Brasil ini adalah bagian dari penggunaan uang APBN yang kami harus pertanggungjawabkan, baik secara perencanaan program dan penggunaan uangnya, apakah sesuai atau tidak, serta secara mata anggaran dan realisasi, prosedur, tata cara dan administrasinya," ujar Budi.

"Begitu juga hasil pencapaiannya, apakah sesuai target atau tidak," lanjutnya.

Budi juga menyampaikan apresiasi kepada PSSI dan Kemenpora yang dinilai memberikan dukungan terhadap program futsal nasional.

"Secara tulus dan terbuka kami (FFI) berterima kasih kepada Bapak Erick Thohir sebagai Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI yang selalu men-support, baik secara moral, program dan khususnya pendanaan," kata Budi.

Ia juga mengapresiasi peran Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dalam pendampingan proses administrasi APBN futsal di lingkungan PSSI.

Selain dukungan pendanaan dan program, PSSI dan Kemenpora disebut telah mengingatkan FFI untuk menyerahkan program serta anggaran, khususnya yang berkaitan dengan Timnas Futsal Indonesia, baik yang bersumber dari APBN maupun non-APBN.

Budi menjelaskan, FFI sebagai asosiasi anggota PSSI memiliki kewajiban untuk menyerahkan rencana program kerja dan anggaran yang diminta oleh PSSI.

"Secara organisasi FFI sebagai asosiasi anggota PSSI wajib menyerahkan rencana program kerja dan anggaran yang diminta oleh PSSI, karena FFI menerima dana (uang) dari PSSI, baik secara langsung maupun tidak langsung," ujarnya.

Menurut Budi, proses tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola organisasi futsal di Indonesia. "Ini bagian dari reformasi tata kelola organisasi futsal yang selama ini belum berjalan lancar dan optimal," kata Budi.

Hasil di Futsal Nation Cup 2026 pun menjadi bahan evaluasi bagi FFI dalam mempersiapkan Timnas Futsal Indonesia untuk menghadapi agenda-agenda berikutnya.

Meski gagal meraih kemenangan di Brasil, FFI tetap menempatkan program tersebut sebagai bagian dari proses jangka panjang untuk meningkatkan kualitas tim nasional dan mengejar target menembus 10 besar dunia. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI