Sabtu, 30 Agustus 2025
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Tenis Meja SEA Deaf Games 2025: Perjuangan dan Harapan Atlet Indonesia

Tenis Meja SEA Deaf Games 2025: Perjuangan dan Harapan Atlet Indonesia

Jum`at, 29 Agustus 2025 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Tenis Meja SEA Deaf Games 2025: Perjuangan dan Harapan Atlet Indonesia. [Foto: Humas KONI]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - SEA Deaf Games 2025 yang digelar di Jakarta berlangsung sangat semarak. Cabang tenis meja di GOR Kemayoran menjadi salah satu pusat perhatian, mempertemukan atlet-atlet tunarungu terbaik dari Asia Tenggara.

Muhammad Yudhistira Fahmi Hidayat dari Pasuruan, salah satu atlet Indonesia, menyatakan, “Saya turun bukan hanya untuk bertanding, tapi juga membawa semangat Merah Putih dan membuktikan bahwa atlet tunarungu Indonesia bisa berprestasi di kancah internasional.”

Di meja pertandingan, para atlet Indonesia menunjukkan daya juang tinggi meski menghadapi lawan tangguh dari Malaysia, Thailand, dan Filipina. Salah satu nama yang turut memperkuat persaingan adalah Julius Esposo dari Filipina, yang menunjukkan kelasnya dari awal kompetisi.

Dukungan penuh datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Ketua Umum KONI, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menegaskan, “SEA Deaf Games ini lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah momentum penting untuk membangkitkan kebanggaan dan kepercayaan diri atlet tunarungu kita.”

Di akhir kompetisi, Malaysia berhasil menjadi juara umum dengan raihan 25 emas, 16 perak, dan 11 perunggu. Filipina dan Indonesia mengikuti di posisi berikutnya, menunjukkan betapa ketatnya persaingan antarnegara di arena regional.

Meskipun cabang tenis meja belum membuahkan medali emas, partisipasi dan semangat para atlet Indonesia patut diapresiasi. Ajang ini menjadi pijakan awal menuju Deaflympics Tokyo 2025, dan membuktikan bahwa melalui olahraga inklusif, atlet disabilitas Indonesia mampu mengibarkan nama bangsa di kancah internasional. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

perkim, bpka, Sekwan
riset-JSI
pelantikan padam
17 Augustus - depot
sekwan - polda
damai -esdm
bpka