DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Anggota Komisi III DPR RI, H.T. Ibrahim, melontarkan peringatan keras kepada aparat kepolisian agar bertindak tegas dalam memberantas peredaran narkoba dan praktik judi online di Aceh Utara.
Dalam kunjungan kerjanya ke Polres Aceh Utara, Kamis (26/3/2026), Ibrahim menilai kondisi saat ini tidak lagi bisa dianggap normal. Ia menyebut peredaran narkoba dan judi online telah berada pada level yang mengkhawatirkan dan berpotensi merusak sendi-sendi sosial masyarakat.
“Ini bukan situasi biasa. Ini darurat. Narkoba dan judi online sudah menghancurkan generasi. Tidak boleh ada kompromi,” tegasnya di hadapan Kapolres Nanang Wijayaanto dan jajaran.
Meski mengapresiasi pengamanan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah yang dinilai berjalan lancar, Ibrahim mengingatkan bahwa ancaman serius justru datang dari aktivitas ilegal yang berlangsung secara tersembunyi, terutama jaringan narkoba dan judi berbasis daring yang kian meluas.
Ia juga menyoroti pola penegakan hukum yang dinilai belum menyentuh akar persoalan. Menurutnya, aparat tidak boleh hanya menindak pelaku lapangan tanpa mengungkap aktor utama di balik jaringan tersebut.
“Jangan hanya menangkap pelaku kecil. Bongkar hingga ke jaringan atas. Penegakan hukum harus menyasar pelaku utama agar memberikan efek jera,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ibrahim menyebut judi online sebagai ancaman sosial baru yang berdampak langsung pada ketahanan ekonomi keluarga, sementara narkoba terus menjadi faktor utama rusaknya masa depan generasi muda.
Ia pun mendorong kepolisian untuk meningkatkan operasi pemberantasan, memperkuat fungsi intelijen, serta memutus mata rantai jaringan kejahatan secara menyeluruh.
Kunjungan tersebut turut dihadiri pejabat utama Polres Aceh Utara serta tenaga ahli DPR RI, dan diakhiri dengan diskusi tertutup terkait strategi penguatan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Di akhir pernyataannya, Ibrahim menegaskan bahwa upaya pemberantasan kejahatan ini membutuhkan keberanian dan konsistensi aparat penegak hukum.
“Ini bukan sekadar soal kinerja, tetapi soal keberanian. Negara tidak boleh kalah dari jaringan narkoba dan judi online,” pungkasnya.