Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Parlemen Kita / Kurangi Beban RSUDZA, DPRA Dorong Pembangunan RS Regional Dipercepat

Kurangi Beban RSUDZA, DPRA Dorong Pembangunan RS Regional Dipercepat

Sabtu, 09 Mei 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Anggota DPRA dari PKS, Ihya Ulumuddin. [Foto: dok. PKS]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ihya Ulumuddin, mendesak Dinas Kesehatan Aceh agar mempercepat pembangunan dan operasional rumah sakit regional, khususnya rumah sakit regional yang sedang dibangun di Kabupaten Aceh Barat. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi lonjakan pasien di RSUD Zainoel Abidin yang selama ini menjadi pusat rujukan utama di Aceh.

Desakan tersebut disampaikan Ihya dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Kesehatan DPRA bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan pimpinan rumah sakit di Aceh, Jumat (8/5/2026).

Rapat itu turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Direktur RSUD Zainoel Abidin, Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, serta Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Aceh.

“Kami sudah beberapa kali melakukan kunjungan Pansus ke rumah sakit regional di Aceh Barat. Dari penjelasan yang kami terima, seharusnya tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa dioperasikan. Karena itu kami mendesak agar pembangunan dipercepat sehingga lonjakan pasien di RSUDZA bisa ditangani di rumah sakit regional,” kata Ihya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menegaskan percepatan pembangunan tidak hanya difokuskan pada rumah sakit regional di Aceh Barat, tetapi juga rumah sakit regional lainnya di sejumlah daerah di Aceh agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih maksimal.

Menurut Ihya, kesehatan merupakan hak dasar masyarakat sehingga orientasi pelayanan harus benar-benar berfokus pada kebutuhan warga.

“Kesehatan adalah hak dasar warga negara. Karena itu orientasi pelayanan kesehatan harus benar-benar menitikberatkan pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti berbagai keterbatasan fasilitas kesehatan di Aceh, baik di RSUD Zainoel Abidin, Rumah Sakit Jiwa Aceh, maupun Rumah Sakit Ibu dan Anak Aceh. Meski demikian, ia menegaskan keterbatasan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Semua SKPA harus mengacu pada target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJM,” katanya.

Ihya menambahkan, pembangunan rumah sakit regional di sejumlah wilayah merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengantisipasi membludaknya pasien di RSUD Zainoel Abidin.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 10 Aceh, Ihya mencontohkan kondisi masyarakat di Kabupaten Simeulue yang harus menempuh perjalanan jauh ke Banda Aceh demi mendapatkan layanan kesehatan rujukan.

“Masyarakat Simeulue harus naik kapal dan mencari penginapan di Banda Aceh ketika dirujuk ke RSUDZA. Jika pelayanan kesehatan belum optimal, tentu ini menjadi beban moral bagi kami sebagai wakil rakyat dari daerah tersebut. Karena itu keberadaan rumah sakit regional yang representatif sangat dibutuhkan,” ujar Ihya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI