Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Aznal Pamit dengan Elegan, Tegaskan Pengabdian untuk Aceh Tetap Berlanjut

Aznal Pamit dengan Elegan, Tegaskan Pengabdian untuk Aceh Tetap Berlanjut

Jum`at, 10 April 2026 23:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Dr. T. Aznal Zahri, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Pertanahan Aceh. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Di tengah dinamika jabatan di lingkungan Pemerintah Aceh, Dr. T. Aznal Zahri, S.STP., M.Si menyampaikan pesan pamit dengan nada tenang dan penuh penghormatan setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanahan Aceh.

Dalam pesan yang disampaikannya kepada Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah Aceh, jajaran SKPA, serta para sahabat dan rekan kerja, Aznal menegaskan bahwa amanah yang pernah diembannya merupakan sebuah kehormatan sekaligus perjalanan yang sarat makna.

“Menjalankan tanggung jawab ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus perjalanan yang sarat makna,” tulis Aznal dalam pesan perpisahannya yang diterima redaksi Dialeksis, sembari menekankan bahwa setiap langkah selama menjabat adalah bagian dari ikhtiar terbaik untuk Aceh.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kebersamaan, dukungan, dan dedikasi yang telah terbangun selama masa pengabdiannya. Bagi Aznal, hubungan kerja yang terjalin bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan jejak nilai dan kenangan yang patut dihormati.

Dengan kerendahan hati, Aznal turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas ada tutur kata atau kebijakan yang belum sepenuhnya berkenan di hati pihak-pihak terkait.

Sikap elegan itu membuat pesan pamitnya terasa berbeda. Di tengah dinamika birokrasi yang kerap keras, Aznal memilih menutup masa tugasnya dengan bahasa yang santun, penuh martabat, dan tetap menebarkan optimisme.

“Kalau ada yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Saya pamit dengan senyum, bukan dengan sedih, karena saya yakin pengabdian ini akan terus berlanjut,” demikian pesan yang disampaikan Aznal.

Ia menegaskan bahwa estafet pengabdian kepada daerah akan terus berjalan, meski dirinya tak lagi berada pada posisi yang sama. Menurutnya, kebersamaan yang telah dibangun menjadi modal penting bagi keberlanjutan kerja-kerja pemerintahan di Aceh.

Pesan pamit itu sekaligus menampilkan wajah birokrasi yang menjunjung martabat: bahwa jabatan bisa berganti, tetapi integritas, kebersamaan, dan penghormatan tetap menjadi nilai yang abadi.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI