Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Mulai 2026, Tunjangan Guru Cair Tiap Bulan, Rp18 Triliun Sudah Mengalir

Mulai 2026, Tunjangan Guru Cair Tiap Bulan, Rp18 Triliun Sudah Mengalir

Minggu, 22 Maret 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani. [Foto: dok. fokusjateng.com]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengubah mekanisme penyaluran tunjangan guru menjadi setiap bulan mulai 2026. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kepastian penerimaan sekaligus mendorong kualitas pembelajaran.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, pemerintah telah menyalurkan lebih dari Rp18 triliun tunjangan kepada sekitar 1,6 juta guru Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND) di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, mengatakan perubahan skema dari triwulanan menjadi bulanan dilakukan untuk mempercepat pemenuhan hak guru.

“Penyaluran setiap bulan memberikan kepastian bagi guru. Ini bukan sekadar anggaran, tetapi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi bangsa,” ujar Nunuk yang dilansir pada Minggu (22/3/2026).

Ia menambahkan, percepatan penyaluran diharapkan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran karena guru dapat lebih fokus mengajar.

Adapun penyaluran pada triwulan I 2026 meliputi Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk sekitar 1,6 juta guru senilai Rp18 triliun, Dana Tambahan Penghasilan (DTP) bagi sekitar 20 ribu guru sebesar Rp14,8 miliar, serta Tunjangan Khusus Guru (TKG) untuk sekitar 62 ribu guru dengan total Rp641,6 miliar.

Sejumlah guru mengaku kebijakan ini membantu perencanaan keuangan karena dana diterima lebih rutin. Selain meningkatkan kesejahteraan, perubahan ini juga dinilai mendorong motivasi dan kinerja dalam proses belajar mengajar.

Pemerintah menyatakan akan terus menyempurnakan tata kelola penyaluran tunjangan agar lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, seiring upaya memperkuat peran guru dalam pembangunan sumber daya manusia. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI