Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Pasokan Air Bersih Aceh Tamiang Pulih, Menteri PU Pastikan Kualitas Air Aman Dikonsumsi

Pasokan Air Bersih Aceh Tamiang Pulih, Menteri PU Pastikan Kualitas Air Aman Dikonsumsi

Sabtu, 03 Januari 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Tamiang - Pasokan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang kini kembali normal. Pemulihan tersebut menyusul beroperasinya kembali Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Rantau yang sebelumnya lumpuh akibat banjir bandang. Kembalinya layanan vital ini menjadi kabar menggembirakan bagi ribuan kepala keluarga yang sempat kesulitan memperoleh air bersih berkualitas.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, secara langsung meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau pada Rabu, 31 Desember 2025. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan sistem pengolahan dan distribusi air telah berfungsi optimal serta memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Dalam peninjauan itu, Dody menegaskan bahwa air bersih dari SPAM IKK Rantau telah mengalir ke reservoir dan berada dalam proses pengolahan yang sesuai prosedur. 

“Secara umum kualitas air sudah memenuhi standar dan aman digunakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengecekan lapangan dilakukan guna memastikan seluruh komponen sistem bekerja dengan baik sehingga pasokan air bersih dapat terdistribusi secara stabil dan berkelanjutan. Kehadiran langsung Menteri PU juga menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

SPAM IKK Rantau memiliki kapasitas produksi sebesar 40 liter per detik dan menjadi tulang punggung penyediaan air bersih bagi warga Kecamatan Rantau dan wilayah sekitarnya. Sebelumnya, infrastruktur ini mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang yang merusak tanggul IPA, intake, reservoir, hingga sistem pompa dan kelistrikan, sehingga distribusi air bersih terhenti total.

Dalam proses pemulihan, PT Hutama Karya (Persero) berperan aktif melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap fasilitas yang terdampak. Upaya tersebut meliputi optimalisasi pompa, perbaikan sistem mekanikal dan elektrikal, serta pembersihan lumpur yang mengendap di area instalasi pengolahan air.

Selama masa perbaikan, pemerintah juga menyiagakan fasilitas darurat berupa menara tangki air sementara dan genset untuk menjaga agar layanan air bersih tetap tersedia meski dalam kondisi terbatas. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi dampak krisis air bersih pascabanjir.

Di sela-sela kunjungannya, Menteri PU turut berdialog dengan warga yang mengeluhkan mahalnya harga air tangki swasta selama krisis berlangsung. Akibat kelangkaan pasokan, harga air tangki sempat melonjak tajam hingga mencapai Rp2,7 juta, kondisi yang sangat memberatkan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Dody Hanggodo menyampaikan perhatian serius pemerintah terhadap beban ekonomi warga. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pada infrastruktur intake serta jaringan distribusi air.

Upaya perbaikan permanen ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi infrastruktur, tetapi juga meningkatkan ketahanan sistem terhadap potensi bencana di masa mendatang. Dengan demikian, masyarakat Aceh Tamiang dapat menikmati akses air bersih yang stabil, aman, dan terjangkau secara berkelanjutan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI