Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Peumulia Jamee di Tengah Bencana, Safrizal: Adat Aceh Hidup dalam Suka dan Duka

Peumulia Jamee di Tengah Bencana, Safrizal: Adat Aceh Hidup dalam Suka dan Duka

Senin, 29 Desember 2025 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

 Safrizal ZA bersama relawan dan masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Penjabat (Pj) Gubernur Aceh periode 2024 - 2025, Safrizal ZA, menegaskan bahwa tradisi peumulia jamee adat geutanyoe memuliakan tamu bukan sekadar simbol budaya, melainkan nilai hidup masyarakat Aceh yang dijalankan dalam segala keadaan, termasuk saat bencana melanda.

Safrizal menyampaikan hal tersebut saat mengenang berbagai peristiwa kemanusiaan yang ia saksikan selama penanganan banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra Utara sejak akhir November 2025. Ia mengaitkan nilai tersebut dengan pesan entadu yang pernah disampaikannya pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh - Sumut September 2024 lalu, bahwa memuliakan tamu dapat dilakukan kapan saja dengan niat tulus mengharap pahala dari Allah SWT.

“Banyak relawan datang dari berbagai daerah, organisasi, bahkan diaspora. Kita berterima kasih kepada mereka, dan di saat yang sama masyarakat Aceh tetap menunjukkan keramahan. Hospitality ini memberi semangat bagi para penolong dan meninggalkan kesan mendalam,” ujar Safrizal, Sabtu (27/12/2025), di Banda Aceh.

Menurut Safrizal, kesan itulah yang kelak akan menggerakkan lebih banyak tangan untuk datang membantu korban banjir dan longsor. Ia mengaku hatinya kerap bergetar menyaksikan langsung ketulusan warga terdampak bencana.

“Kalbu saya selalu bergetar melihat warga yang tertimpa musibah masih sempat menyajikan air kelapa atau durian kepada relawan. Padahal tanpa itu pun relawan sudah memahami kondisi mereka. Pemberian tersebut adalah tanda terima kasih yang tulus,” tuturnya.

Safrizal menceritakan pengalamannya menyaksikan petugas maritim shipping yang membawa alat berat ke Kabupaten Pidie Jaya untuk menangani tebing sungai pascabanjir. Di tengah kelelahan bekerja, warga yang juga korban banjir datang menyuguhkan air kelapa muda kepada para petugas.

“Petugas itu sampai terharu. Mereka berkata, warga yang sedang tertimpa musibah masih memuliakan tamu yang datang membantu,” kata Safrizal.

Kisah serupa juga ia saksikan di Gayo Lues. Dalam sebuah video, setelah personel TNI menurunkan bantuan logistik, warga”termasuk kaum perempuan berlari mendekati helikopter sambil membawa durian sebagai tanda terima kasih.

“Padahal itu kewajiban negara. Namun warga berpegang pada peumulia jamee adat geutanyoe. Mereka memberikan apa yang mereka punya di tengah bencana,” ujar Safrizal yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri.

Safrizal juga menyinggung peristiwa yang dialami relawan lingkungan Farwiza Farhan, tokoh muda Aceh yang masuk daftar TIME100 Next 2022. Di Pidie Jaya, Farwiza menangis tersedu-sedu setelah menerima air kelapa muda dari warga korban banjir usai menyalurkan bantuan.

“Di lapangan kita temukan fakta bahwa warga terdampak bencana tetap memuliakan tamu yang datang dari jauh membawa bantuan. Mereka menyambut dengan senyum dan memberi apa yang ada di sekitarnya, seperti air kelapa dan durian,” ujarnya.

Di sisi lain, Safrizal menegaskan pemerintah tetap fokus pada upaya penanganan darurat, terutama percepatan pembangunan hunian sementara bagi para pengungsi yang jumlahnya sangat besar.

Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (27/12/2025), korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi tercatat mencapai 1.137 jiwa, sementara 163 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 457 ribu warga terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor yang terjadi sejak awal Desember.

Berdasarkan dashboard rekapitulasi BNPB, bencana tersebut berdampak pada 52 kabupaten/kota di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Di tengah duka dan keterbatasan, Aceh tetap menunjukkan wajah kemanusiaannya,” tutup Safrizal.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI