Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Rektor UIN Ar-Raniry Ajak Publik Dukung Upaya Pemerintah Pulihkan Aceh Pasca Bencana

Rektor UIN Ar-Raniry Ajak Publik Dukung Upaya Pemerintah Pulihkan Aceh Pasca Bencana

Jum`at, 27 Maret 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh saat di lokasi pasca bencana banjir dan longsor di Aceh. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Aceh - Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., mengajak masyarakat untuk memberi dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan bencana banjir dan longsor di Aceh.

Ia menilai langkah yang diambil Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan negara dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh sejak akhir 2025.

“Langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah menunjukkan keseriusan. Kita berharap masyarakat bahu-membahu. Jangan hanya mengkritik, kalau ada kekurangan kita dorong untuk diperbaiki,” kata Mujiburrahman dalam keterangannya diterima Dialeksis, Jumat 27 Maret 2026.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor berdampak pada puluhan kabupaten/kota di Aceh, dengan lebih dari 100 ribu rumah mengalami kerusakan. Besarnya dampak itu membuat proses pemulihan membutuhkan waktu serta kerja sama lintas sektor.

Meski demikian, ia menilai penanganan yang dilakukan pemerintah menunjukkan perkembangan. Jumlah pengungsi yang sempat mencapai lebih dari 2,1 juta jiwa pada awal Desember 2025 kini disebut berkurang signifikan. Per Maret 2026, tersisa 173 jiwa yang masih berada di pengungsian, terutama di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Mujiburrahman menyebut capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan langsung Presiden yang beberapa kali meninjau daerah terdampak, termasuk Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah. Kunjungan itu disebut untuk memastikan distribusi bantuan, pembukaan akses wilayah terisolasi, hingga pembangunan hunian sementara berjalan sesuai rencana.

Selain itu, pemerintah juga telah menjalankan sejumlah langkah, mulai dari pembentukan satuan tugas terpadu, penyaluran dana siap pakai, hingga percepatan pembangunan infrastruktur darurat seperti jembatan penghubung di daerah terdampak.

Ia juga menyoroti kehadiran Presiden Prabowo yang melaksanakan Salat Idulfitri bersama warga terdampak di Aceh Tamiang sebagai bentuk empati dan dukungan moral bagi masyarakat.

Presiden Prabowo melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah bersama masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu (21/3/2026). Kehadiran itu dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah agar masyarakat terdampak tidak merasa sendiri dalam masa pemulihan.

Menurut Mujiburrahman, pendekatan tersebut memperlihatkan kehadiran negara bukan hanya dalam aspek fisik, tetapi juga sosial dan kemanusiaan. Ia mencontohkan dukungan terhadap tradisi Meugang yang tetap difasilitasi bagi masyarakat terdampak menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjaga semangat dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap perhatian pemerintah terhadap Aceh terus berlanjut, terutama dalam penyediaan hunian tetap, perbaikan infrastruktur, serta dukungan pendidikan bagi anak-anak penyintas dan pemulihan ekonomi warga terdampak.

“Harapan kita, masyarakat segera mendapatkan rumah yang layak, infrastruktur pulih, dan anak-anak korban tetap mendapatkan akses pendidikan,” kata dia.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI