DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - H. Kasibun Daulay menghadiri buka puasa bersama keluarga besar DPP Partai Aceh dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan itu, menurutnya, menjadi momentum penting untuk merajut kembali komunikasi antar-pelaku politik di provinsi ini.
Kasibun, yang menjabat sebagai Sekretaris Umum DPW PKS Aceh, menilai Ramadhan adalah waktu tepat untuk memperkuat silaturrahim sehingga dinamika politik daerah tetap kondusif. Ia menekankan bahwa suasana keakraban di acara-acara seperti buka puasa bersama bisa meredam gesekan dan membuka ruang dialog antar-kekuatan politik.
“Ramadhan selalu menjadi ruang untuk merawat silaturrahim. Dalam konteks politik, ini penting agar komunikasi antar kekuatan politik tetap terjaga sehingga suasana Aceh tetap sejuk dan kondusif,” kata Kasibun.
Dalam penjelasannya, Kasibun mengatakan PKS memiliki kedekatan historis dan emosional dengan masyarakat Aceh. Karena itu, menurutnya, membangun komunikasi yang intens dengan berbagai kekuatan politik lokal merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas sekaligus memperjuangkan aspirasi Aceh di tingkat nasional.
Kasibun juga menyebut adanya irisan sejarah dan basis konstituen antara PKS dan Partai Aceh. Ia menilai pemahaman bersama mengenai latar sosial-politik Aceh membuka peluang kolaborasi yang konstruktif antara partai nasional dan partai lokal.
“Kita sama-sama memiliki akar pergerakan dan kedekatan dengan masyarakat. Banyak pemilih PKS di Aceh juga berasal dari basis masyarakat yang dekat dengan Partai Aceh. Karena itu penting bagi kita untuk saling memahami dan membangun komunikasi yang konstruktif,” ujarnya.
Lebih jauh, Kasibun menegaskan peran ganda partai lokal dan partai nasional: partai lokal menjaga aspirasi daerah, sementara partai nasional dapat menjadi jembatan untuk memperjuangkan aspirasi tersebut di level pusat. Menurutnya, kedua peran itu saling melengkapi dan harus saling menguatkan demi kemajuan Aceh.
Penutupan acara ditandai dengan ramah tamah dan tukar pikiran antar-peserta dari berbagai latar partai politik. Para pengamat politik menyebut inisiatif semacam ini penting untuk meminimalkan polarisasi menjelang agenda politik daerah dan nasional.
Dengan hadirnya forum-forum silaturrahim selama Ramadhan, Kasibun berharap suasana politik Aceh terus kondusif dan aspirasi masyarakat dapat tersalurkan secara lebih efektif melalui saluran komunikasi yang terjaga.