Logo Dialeksis
Bank Aceh (pelantikan ketua DPRA)
Beranda / Sosok Kita / Boleh Ditiru, Begini Perjalanan Poncut Merintis Coffee Shop

Boleh Ditiru, Begini Perjalanan Poncut Merintis Coffee Shop

Senin, 09 September 2019 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +
Teuku Meurah Albar menyaring kopi di kedai kopi miliknya, Minggu (8/9/2019). [Foto: Sara Masroni/Dialeksis.com]

DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Sejak pagi tangannya masih saja sibuk dengan puluhan gelas, cangkir dan saringan besar.

Sesekali ia angkat tinggi saringan di tangannya agar cairan kopi menyatu sempurna dan menghasilkan buih saat mendarat di dasar gelas.

"Tidak mungkin jenuh, bosan, apalagi malas-malasan, soalnya ini kan hobi saya," ungkap pria yang semenjak pagi menyeduh kopi itu.

Dia adalah Teuku Meurah Albar. Di usianya yang baru menginjak 26 tahun, barista sekaligus gelar pengusaha muda berhak ditabalkan padanya.  

Lahir di Banda Aceh, 16 Maret 1993, Albar yang lebih akrab dipanggil Poncut ini telah merintis usaha coffee shop (kedai kopi) miliknya sendiri yang diberi nama Poncut Kopi.

Didirikan pada 16 Mei 2018 lalu, omset kedai kopi milik Poncut kini mencapai Rp 400 hingga Rp 1,2 juta per harinya.

"Masa muda harus digunakan secepat mungkin untuk menangkap peluang. Jadikan hobi Anda sebagai pekerjaan, maka semuanya akan jadi menyenangkan," kata Poncut saat ditemui Dialeksis.com di kedai kopinya, Minggu (8/9/2019).

Suasana di kedai kopi Poncut Kopi, Darussalam, Aceh Besar, Minggu (8/9/2019). [Foto: Sara Masroni/Dialeksis.com]

Poncut yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara ini memulai bisnisnya tepat enam bulan setelah sah menjadi sarjana dari Prodi Ilmu Ekonomi Akuntasi Unsyiah pada 2017 lalu.

Poncut menyulap sebidang tanah milik ayahnya yang terletak di Gampong Lambitra, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, menjadi coffee shop yang kini ramai dikunjungi semua kalangan, terutama kaum milenial.

"Dulu sempat mutar otak cari-cari bisnis apa yang cocok. Tapi karena suka kopi, kenapa tidak coba buka coffee shop saja," ungkap pengusaha muda ini sembari sesekali menyeruput kopi di hadapannya.

Putra dari pasangan T Armia Hamid dan Cut Erni Verita ini berkeyakinan bahwa dalam merintis bisnis seorang pengusaha pasti menemui hal-hal sulit yang tidak sesuai dengan ekspektasi. 

"Jangan menyerah, buah yang manis pasti dituai di depan. Kuncinya, optimis, yakin dan sabar," ucap Poncut mantap.

"Saran juga untuk teman-teman yang baru memulai bisnis, jangan buru-buru kejar balik modal, nanti kecewa. Fokus untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan konsumen dulu," tambahnya.

Ia juga menyarankan, bagi yang kesulitan modal bisa bekerja dulu dengan orang lain, baru kemudian membangun kerajaan bisnis sendiri.

"Tingkatkan skill, maka orang-orang akan support terhadap apa yang Anda lakukan. Selanjutnya ada hal yang lebih sulit dari modal yaitu membangun kepercayaan. Itulah modal utama seorang pengusaha sukses," ungkapnya.

"Intinya, agar nyaman dengan usaha Anda, sukai yang Anda lakukan dan lakukan yang Anda sukai," kata Poncut saat diminta tips memulai berbisnis.

Hingga saat ini Poncut sudah memperkerjakan lima pegawai. Meski begitu, ia tetap lebih sering turun tangan menyeduh kopi dan melayani konsumen karena menurutnya pekerjaan ini merupakan hobi bagi diri sendirinya. (Sara Masroni)

Editor :
Makmur Emnur

Diskominfo (pelantikan ketua DPRA)
humas exspo
Komentar Anda