Jum`at, 23 Oktober 2026
Beranda / Sumatera Pulih / Satgas PRR Pastikan Kesiapan Lahan, 2.454 Huntap di Gayo Lues Dikebut pada 2026

Satgas PRR Pastikan Kesiapan Lahan, 2.454 Huntap di Gayo Lues Dikebut pada 2026

Jum`at, 23 Oktober 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Persiapan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. [Foto: Tim Media Satgas PRR]


DIALEKSIS.COM | Blangkejeren - Pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dengan mengalokasikan anggaran Rp1,612 triliun pada 2026. Dari jumlah tersebut, Rp706,5 miliar dialokasikan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mendukung pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor.

Sebanyak 2.454 unit huntap direncanakan memasuki tahap pembangunan pada September 2026, dari total alokasi 3.692 unit yang diberikan kepada Gayo Lues. Pembangunan tahap pertama ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus menyediakan tempat tinggal permanen bagi warga terdampak bencana.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan pada Senin (13/7/2026), anggaran pemulihan Gayo Lues juga mencakup Rp757,6 miliar melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar. Dukungan tersebut penting agar pembangunan rumah berjalan beriringan dengan pemulihan akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya.

Kebijakan ini sejalan dengan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026-2028 (Renduk PRRP), yang menempatkan pembangunan hunian dan pemulihan infrastruktur sebagai bagian penting dari pemulihan menyeluruh.

Satgas PRR Pastikan Kesiapan Lahan

Komitmen percepatan tersebut ditindaklanjuti melalui kunjungan Koordinator Satgas PRR Wilayah II Aceh, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, SH, MH, ke Kabupaten Gayo Lues pada Rabu (21/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi tim, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sekretaris Daerah Gayo Lues, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Guslin bersama rombongan memastikan lahan yang disiapkan pemerintah daerah benar-benar siap untuk mendukung pembangunan huntap. Kesiapan lahan menjadi faktor penting agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, rombongan juga meninjau sejumlah titik terdampak banjir di aliran sungai Desa Aih Bobo dan Desa Badak, serta beberapa lokasi longsor di jalan nasional lintas Aceh-Sumatera Utara.

Peninjauan tersebut menegaskan bahwa pemulihan tidak cukup hanya dengan membangun rumah. Pemerintah juga perlu memastikan akses menuju kawasan hunian dapat digunakan secara aman, terutama ketika musim hujan meningkatkan risiko banjir dan menghambat mobilitas masyarakat.

Anggaran Huntap Diiringi Penguatan Infrastruktur

Dalam rapat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Selasa (21/7/2026), pemerintah menegaskan dukungan bagi pembangunan huntap di Gayo Lues.

Secara keseluruhan, pemerintah pusat menyiapkan Rp3,79 triliun untuk pemulihan tiga kabupaten di kawasan Gayo, yakni Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

Dalam perkembangan berikutnya, Tito kembali menekankan pentingnya percepatan realisasi program dalam rapat di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak berhenti, terus melakukan percepatan pemulihan rehabilitasi, rekonstruksi pascabencana Sumatera,” ujar Tito.

Arah kebijakan tersebut menuntut koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar kesiapan lahan, pembangunan rumah, serta infrastruktur pendukung dapat berjalan beriringan.

Di Gayo Lues, salah satu kendala yang menjadi perhatian adalah akses jalan dan jembatan menuju sejumlah lokasi huntap. Saat hujan deras, debit sungai meningkat hingga menutupi badan jalan atau naik ke permukaan jembatan, sehingga menyulitkan perjalanan menuju lokasi pembangunan.

Kepala Dinas PUPR Gayo Lues, Kamisin, berharap pembangunan huntap dapat dipercepat. Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan di tengah kondisi cuaca yang memasuki musim hujan.

Koordinator Satgas PRR Wilayah II Aceh, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, SH, MH melakukan peninjauan di lokasi pembangunan huntap di Kabupaten Gayo Lues pada Rabu (21/10/2026). [Foto: Tim Media Satgas PRR]

Warga Berharap Segera Menempati Rumah Permanen

Di tengah upaya percepatan tersebut, warga terdampak banjir masih menanti kepastian untuk kembali menempati rumah yang aman. Sumarni dan Liana, warga Rigeb, Panglima Linting, yang kehilangan rumah dan sawah akibat banjir, berharap pemerintah mempercepat pembangunan huntap.

Mereka mengaku masih merasa waswas ketika hujan turun karena sebagian warga masih menempati rumah yang terdampak banjir. Selain rumah permanen, keduanya juga meminta agar bantuan jaminan hidup (jadup) yang menurut mereka belum diterima dapat segera disalurkan.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, sebelumnya menyambut baik dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan huntap tahap pertama.

“Alhamdulillah, ini kabar yang sangat membahagiakan bagi masyarakat Gayo Lues. Kami berterima kasih atas komitmen luar biasa pemerintah pusat membantu pemulihan daerah kami,” ujar Suhaidi.

Ia juga menegaskan kesiapan pemerintah kabupaten untuk mengawal pelaksanaan program agar tepat waktu, tepat sasaran, dan transparan.

Pemerintah menargetkan pembangunan huntap menjadi bagian dari pemulihan menyeluruh, dengan memperhatikan kualitas bangunan, keamanan lokasi, akses jalan, air bersih, sanitasi, serta kedekatan dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Dengan target penyelesaian pada Desember 2026 yang disampaikan dalam materi kunjungan, percepatan pembangunan huntap diharapkan membantu warga Gayo Lues keluar dari ketidakpastian pascabencana dan kembali menjalani kehidupan di lingkungan yang lebih aman serta berkelanjutan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
esdm 3