Minggu, 16 Agustus 2026
Beranda / Berita / Aceh / Hari Damai Aceh 2026: Gubernur Anugerahkan Penghargaan kepada Puluhan Tokoh, Termasuk Azanuddin Kurnia

Hari Damai Aceh 2026: Gubernur Anugerahkan Penghargaan kepada Puluhan Tokoh, Termasuk Azanuddin Kurnia

Minggu, 16 Agustus 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Dr Ir Azanuddin Kurnia SP MP, menerima penghargaan dari Pemerintah Aceh dalam rangka peringatan Hari Damai Aceh 2026. [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Dr Ir Azanuddin Kurnia SP MP, menerima penghargaan dari Pemerintah Aceh dalam rangka peringatan Hari Damai Aceh 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Hari Damai Aceh yang dipusatkan di Gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tahun ini mengusung tema "Dignity, Justice, and Hope". Penghargaan diberikan kepada belasan tokoh yang dinilai berjasa dalam menjaga perdamaian, membantu pembangunan lahan pertanian reintegrasi, serta mendukung penyelesaian konflik secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Acara dibuka Wakil Gubernur Aceh Fadhullah yang mewakili Gubernur Aceh. Sementara itu, Gubernur Aceh memberikan sambutan melalui rekaman video.

Sejumlah undangan dari luar negeri, tokoh nasional, tokoh Aceh, serta berbagai elemen masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat perdamaian yang telah diperjuangkan.

Menurutnya, perdamaian merupakan modal penting agar pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh dapat terus berjalan.

"Perdamaian merupakan modal besar bagi kita untuk melanjutkan cita-cita para pendahulu kita, baik untuk generasi sekarang maupun generasi seterusnya," demikian pesan Gubernur Aceh.

Gubernur juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan Aceh setelah dilanda bencana hidrometeorologi.

Kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai komponen masyarakat terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, sarana pendidikan, tambak, irigasi, areal persawahan, perkebunan, dan berbagai sektor lainnya.

Puluhan Ribu Hektare Sawah Terdampak

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Efendy, sebelumnya menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi berdampak terhadap sekitar 57.485 hektare lahan sawah di Aceh.

Dari jumlah tersebut, sekitar 27.437 hektare masuk kategori rusak ringan, 13.651 hektare rusak sedang, 16.276 hektare rusak berat, sementara sekitar 120 hektare sawah dilaporkan hilang.

Saat ini, upaya optimasi lahan dan rehabilitasi sawah rusak ringan maupun sedang telah dan sedang dilakukan pada sekitar 40.852 hektare.

Program tersebut dilaksanakan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Distanbun Aceh dan dinas pertanian kabupaten/kota yang terdampak bencana.

Untuk sawah yang mengalami kerusakan berat, Azanuddin Kurnia telah menyampaikan sejumlah strategi pemulihan.

Strategi tersebut antara lain memanfaatkan material lumpur di lahan sebagai bahan galian C untuk berbagai proyek pemerintah maupun kegiatan lainnya.

Kemudian, lahan dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman berumur pendek yang sesuai dengan kondisi tanah, seperti bawang merah, cabai merah, jagung, ubi kayu, sayuran, maupun tanaman lain yang diminati petani.

Strategi berikutnya yakni mengolah material hasil sedimentasi menjadi bahan baku bata ringan atau bata merah.

Upaya penelitian terkait pemanfaatan material tersebut telah dilakukan Forum Zakat, BRIN, USK, dan Nurul Hayat. Distanbun Aceh juga terus berkolaborasi dengan tim peneliti.

Sementara strategi keempat adalah melakukan rehabilitasi sawah rusak berat agar dapat dikembalikan seperti kondisi sebelum bencana.

Strategi tersebut sebelumnya telah dipaparkan Azanuddin dalam berbagai kesempatan, termasuk saat mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Sawah Terdampak Rusak Berat yang digelar Satgas PRR pada Kamis (6/8/2026) melalui Zoom.

60.438 Hektare Perkebunan Terdampak

Selain sektor persawahan, upaya pemulihan juga dilakukan terhadap sektor perkebunan.

Menurut Nurlis, Azanuddin telah melaporkan kepada Gubernur Aceh mengenai kondisi dan langkah pemulihan perkebunan yang terdampak bencana. 

Total terdapat sekitar 60.438 hektare areal perkebunan yang terdampak. Kementerian Pertanian saat ini telah mengalokasikan program pemulihan untuk sekitar 40.418 hektare. Rinciannya meliputi perkebunan kopi seluas 30.039 hektare, kakao 9.034 hektare, kelapa 830 hektare, dan karet 495 hektare.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi, jagung, serta ribuan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Azanuddin: Penghargaan Ini untuk Kita Semua

Menerima penghargaan dalam momentum Hari Damai Aceh, Azanuddin Kurnia mengaku terkejut dan tidak menyangka dirinya mendapat penghargaan tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Sekda, Badan Reintegrasi Aceh (BRA), jajaran Distanbun Aceh, Kementerian Pertanian, termasuk Menteri Pertanian dan para direktur jenderal terkait.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran dinas pertanian kabupaten/kota, para petani dan pekebun, serta rekan-rekan media yang selama ini mendukung kerja pemerintah dalam proses pemulihan Aceh.

"Penghargaan ini adalah untuk kita semua, sebagai penyemangat untuk terus berbuat lebih baik, terutama dalam proses pemulihan Aceh pascabencana pada sektor pertanian dan perkebunan," ujar Azanuddin.

Ia menegaskan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus bekerja dan menghadirkan berbagai gagasan dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian dan perkebunan Aceh.

Momentum Hari Damai Aceh tahun ini pun tidak hanya menjadi refleksi perjalanan perdamaian, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi tantangan pemulihan Aceh pascabencana. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI