DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Santri kelas 1 Aliyah Pesantren Modern Babun Najah mengikuti kegiatan outing class ke Museum Aceh dan Museum Tsunami sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas yang bertujuan untuk menambah wawasan sejarah dan budaya para santri.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan semangat belajar dari seluruh peserta. Outing class ini juga menjadi salah satu cara untuk mengenalkan sejarah daerah Aceh secara langsung kepada para santri agar mereka tidak hanya belajar melalui buku, tetapi juga melalui pengalaman nyata di lapangan.
Kegiatan ini didampingi oleh guru mata pelajaran sejarah, yaitu Hajar Rahmanita, S.Pd, Rosy Dwiani, S.Pd, Ainil Mastura, S.Pd, Leni Nasution, S.Pd, dan Fairuzah, S.Pd. Selain itu, para santri juga didampingi oleh ustaz Riski Marwansyah dan ustaz Naufal Ikhram yang turut membimbing serta mengawasi jalannya kegiatan selama kunjungan berlangsung.
Perjalanan outing class diawali dengan kunjungan ke Museum Aceh. Setibanya di lokasi, para santri terlihat sangat tertarik melihat berbagai koleksi peninggalan sejarah dan budaya Aceh yang tersimpan di museum tersebut. Di dalam museum, santri dapat melihat berbagai benda bersejarah seperti pakaian adat, senjata tradisional, alat rumah tangga zaman dahulu, hingga naskah-naskah kuno yang menjadi bukti kekayaan budaya Aceh sejak masa lampau. Para guru juga memberikan penjelasan mengenai sejarah benda-benda tersebut sehingga para santri lebih mudah memahami materi yang dipelajari.
Selain menambah pengetahuan sejarah, kunjungan ke Museum Aceh juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah sendiri. Para santri belajar bahwa Aceh memiliki sejarah panjang dan peradaban yang sangat kaya. Mereka juga diajak untuk menjaga dan melestarikan budaya sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
Setelah selesai mengunjungi Museum Aceh, kegiatan kemudian dilanjutkan ke Museum Tsunami Aceh. Di tempat ini, suasana menjadi lebih tenang dan penuh refleksi. Para santri diajak mengenang peristiwa tsunami Aceh yang terjadi pada tahun 2004 silam. Melalui berbagai ruangan dan dokumentasi yang ada di museum, para santri dapat melihat bagaimana dahsyatnya bencana tersebut dan bagaimana masyarakat Aceh bangkit kembali setelah musibah besar itu.
Beberapa santri terlihat terdiam saat menyaksikan foto-foto serta rekaman peristiwa tsunami yang diputar di museum. Dari kunjungan ini, para santri mendapatkan banyak pelajaran tentang kesabaran, ketabahan, dan pentingnya saling membantu sesama manusia ketika menghadapi ujian hidup. Museum Tsunami bukan hanya menjadi tempat mengenang tragedi, tetapi juga menjadi simbol kekuatan dan kebangkitan masyarakat Aceh.
Kegiatan outing class ini berlangsung dengan lancar dan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh santri kelas 1 Aliyah Pesantren Modern Babun Najah. Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar para santri semakin semangat dalam belajar serta memiliki wawasan sejarah dan budaya yang lebih luas. [ma]