Beranda / Berita / Aceh / DPRA Baru Dilantik, Presma Unaya: Wali Nanggroe Harus Jadi Penengah Eksekutif Legislatif

DPRA Baru Dilantik, Presma Unaya: Wali Nanggroe Harus Jadi Penengah Eksekutif Legislatif

Jum`at, 04 Oktober 2019 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: Ist.

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - DPRA Periode 2019-2024 baru saja dilantik pada 30 Oktober 2019 lalu.

Menanggapi hal itu, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Abulyatama (Unaya) Rahmatun Fhonna menyampaikan kehadiran Wali Nanggroe dianggap sangat penting untuk menengahi antara DPRA dan Gubernur yang sering beda pendapat dalam menetapkan sesuatu.

"Wali Nanggroe sering tidak hadir pada saat-saat yang diharapkan. Kalau sudah begini, Wali Nanggroe seperti tak punya fungsi," kata Fhonna saat dihubungi, Jum'at (4/10/2019).

"Wali Nanggroe muncullah, agar bisa dikenang anak cucu kita nanti bahwa buah dari UUPA menghasilkan sesuatu yang dibanggakan. Terutama berasal dari lembaga ini," tambah Presma Unaya itu.

Ia juga menyoroti sikap Wali Nanggroe yang tidak tegas dan kurangnya independensi lembaga tersebut dalam menjalankan tugas-tugasnya.

"Soal bendera dari dulu tidak selesai-selesai. Harusnya Wali Nanggroe bisa saja membuat konferensi pers kemudian mengeluhkan apa yang dibutuhkan menjawab persoalan bendera ini," katanya.

"Ke depan, Wali Nanggroe harus menempatkan diri sebagai sosok ayah bagi seluruh rakyat Aceh. Tidak hanya pro pada segelintir kelompok, kemudian bisa menjadi penengah atas berbagai pertikaian dan perpecahan nantinya," tutup Presma Unaya itu. (sm)


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda