Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Kelapa Sawit Masih Jadi Komoditas Unggulan Aceh

Kelapa Sawit Masih Jadi Komoditas Unggulan Aceh

Kamis, 25 Januari 2018 11:54 WIB

Font: Ukuran: - +
Ilustrasi pengepakan Kelapa Sawit (osudefender)


Dialeksis.com, Banda Aceh-  Azanuddin Kurnia, SP, MP , Kabid Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Perkebunan pada Distanbun Aceh menyatakan bahwa Indonesia masih menjadikan sawit sebagai komoditas unggulan yang bahkan mengalahkan migas. Dirinya menyatakan harus hati hati untuk menjudge sawit sebagai komoditas pembawa mudarat "Saya pikir kita harus hati -hati mengeluarkan pernyataan seperti itu (sawit lebih banyak mudharat-red) . Mohon maaf, Negara kita saat ini neraca perdagangan kita secara nasional kontribusi sektor perkebunan terutama sawit adalah nomer satu, mengalahkan migas" jelas Azanuddin.

Lebih lanjut, Azanuddin juga mengatakan bahwa Komoditi unggulan nasional yang berkembang di Provinsi Aceh Tahun 2017 terdiri dari 10 (sepuluh) jenis yaitu : Karet, Kelapa, Kelapa Sawit, Kopi, Kakao, Cengkeh, Lada, Jambu Mete, Tebu, dan Tembakau. Sedangkan spesifik daerah terdiri 11 (sebelas) jenis yaitu : Pala, Pinang, Kapuk/Randu, Nilam, Serewangi, Kemiri, Sagu, Aren, Cassiavera, Gambir, dan Jarak.

“Bila diperas lagi, maka Komoditi khusus Karet, Kelapa, Kelapa Sawit, Kopi, dan Kakao (5K) dan Pala, Lada, Nilam, Cengkeh, Tebu (PLNCT) menjadi andalan tanaman perkebunan karena anomi masyarakat dalam mengembangkan komoditi tersebut cenderung meningkat, terutama Kelapa Sawit. Bahkan Distanbun sendiri kewalahan untuk menampung aspirasi masyarakat yang meminta dan membutuhkan bantuan Kelapa Sawit” ujarnya.


 Azanuddin Kurnia, SP, MP , Kabid Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Perkebunan pada Distanbun Aceh

Ketika ditanya oleh media ini, apa saja kegiatan yang sudah dilakukan di sektor Perkebunan pada Tahun 2017, Azanuddin Kurnia mengatakan bahwa khususnya pada bidang Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Perkebunan telah melaksanakan kegiatan diantaranya:  Pembangunan Kebun Kelapa Sawit; Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Pertanian/Perkebunan; Rehabilitasi dan Pengembangan Tanaman Perkebunan Rakyat; Pembangunan Kebun Karet Rakyat; Pembinaan dan Pengembangan Usaha Perbenihan, Penyediaan Bibit dan Sarana Produksi; Pembangunan Kebun kakao Rakyat ; Pemeliharaan Tanaman Perkebunan Rakyat; yang tersebar di seluruh Kabupaten/kota.

Komoditi binaan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Tahun 2017 berjumlah 21 jenis tanaman dan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok binaan yaitu : (1), komoditi unggulan nasional dan (2) komoditi spesifik daerah.

lebih lanjut,  Azanuddin menjelaskan " Coba lihat dan baca berita yang dikeluarkan Bank Indonesia maupun BPS yang berkaitan dengan neraca perdagangan. untuk taraf lokal, dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh, ada 10 Kabupaten/Kota yang komoditi andalannnya adalah Sawit seperti ; Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Jaya" ujarnya.

" perkebunan rakyat di Aceh jumlah petani sekitar 832.118 KK sehingga mampu menyerap tenaga kerja 684.155 orang/ha/tahun. Dari jumlah tersebut petani Kelapa Sawit menduduki peringkat tiga jumlah petani di bawah petani Kelapa Dalam dan Kakao, dengan jumlah petani Kelapa Sawit 127.787 KK dan menyerap tenaga kerja 114.115 org/ha/tahun atau masing -masing 15 % dan 17% dari total jumlah petani dan penyerapan tenaga kerja.  Artinya ini menunjukkan bahwa Kelapa Sawit masih diminati oleh masyarakat di Aceh.  selain itu dari Sektor Perkebunan, kita masih memasukkan Sawit ini salah satu komoditi unggulan di Aceh. Walaupun sumber pendanaannya mungkin tidak dari APBA atau APBN untuk pengembangan atau buka kebun baru, tetapi Insya Allah kalau pemeliharaan dan perawatan masih akan dibiayai oleh APBA dan APBN. hanya saja untuk pembukaan izin baru berupa HGU (Hak Guna Usaha) itu masih dilakukan moratorium. Untuk skala besar, pembukaan kebun sawit harus sesuai dengan agroklimat, tata ruang, dan persyaratan teknis lainnya" jelasnya panjang lebar.

Azan menambahkan pihaknya saat ini mencoba mencari sumber lain untuk pendanaan Kelapa Sawit diantaranya adalah dari BPD PKS. Dan saat ini pihaknya mencoba mengajukan usul untuk replanting dari Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Nagan Raya, dan Kabupaten Aceh Barat. Sebelumnya ada banyak Kabupaten di Aceh yang mengusulkan, tetapi karena adanya Perdirjenbun yang baru yaitu nomor 29/2017 maka semua usulan harus disesuaikan dengan Perdirjen tersebut. “Saya pikir, kita harus lebih serius dan bekerja keras untuk mendapatkan sumber pendanaan lain diluar APBA dan APBN sehingga pembangunan di daerah juga bisa tercapai sesuai harapan” paparnya.

Luas areal perkebunan di Aceh sendiri sekitar 1.048.254 ha dengan Produksi 1.063.754 ton yang terdiri dari perkebunan rakyat 831.218 ha (79,30 %) dengan Produksi 671.748 ton serta perkebunan besar dengan luas 217.036 ha (20,70 %) dengan Produksi 392.006 ton (Buku Statistik  Perkebunan Aceh 2016). Luas perkebunan tersebut hampir seperlima dari luas daratan di Aceh.*(an)








Reporter :
arniv
Editor :
HARIS M

Komentar Anda