DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Polemik terkait kondisi dan isu penutupan Jembatan Enang-Enang di jalur nasional Bireuen-Takengon, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah berencana menutup total akses Jembatan Enang-Enang bagi masyarakat.
Menurut dia, informasi yang sebelumnya disampaikan BPJN hanya berupa imbauan agar kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas tidak melintasi jembatan yang saat ini kondisinya memerlukan perhatian khusus.
“Tidak ada rencana menutup total jembatan. Yang kami sampaikan adalah mengingatkan pengguna jalan, khususnya kendaraan bertonase besar, agar tidak melintas karena dapat membahayakan kondisi jembatan,” ujar Zulkarnaini kepada Dialeksis, Kamis.
Ia menjelaskan, masyarakat yang menggunakan sepeda motor maupun pejalan kaki masih dapat memanfaatkan jembatan tersebut dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Kalau masyarakat menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki, silakan. Ini jalan umum. Namun tetap harus berhati-hati karena kondisi jembatan memang perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Jembatan Enang-Enang yang berada di Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, merupakan salah satu infrastruktur penting yang menghubungkan wilayah Bener Meriah dengan Kabupaten Bireuen melalui jalur nasional.
Terkait rencana pembangunan jembatan permanen, Zulkarnaini mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum telah memasukkan proyek tersebut ke dalam program pembangunan tahun 2027. Namun, pemerintah berupaya mempercepat tahapan persiapan agar proses konstruksi dapat segera dimulai.
Menurut dia, tim teknis akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian khusus sebagai bagian dari percepatan perencanaan.
“Program pembangunan sebenarnya sudah direncanakan untuk 2027. Namun kami berupaya mempercepat proses desain pada 2026. Insya Allah, pembangunan fisik dapat dimulai pada 2027,” katanya.
Zulkarnaini mengakui sejumlah kendala di lapangan yang membuat rencana pembangunan belum dapat direalisasikan lebih cepat. Ia juga menyebut dirinya akan memaksimalkan selaku penjabat di BPJN Aceh agar masalah jembatan Enang - Enang terbangun.
Meski demikian, ia memastikan pembangunan Jembatan Enang-Enang tetap menjadi prioritas pemerintah pusat.
“Kami memiliki komitmen untuk membangun jembatan ini. Programnya sudah lama direncanakan dan tetap menjadi perhatian kami,” ujarnya.
BPJN Aceh juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten, Pemerintah Aceh, hingga unsur masyarakat dalam proses penanganan dan pembangunan jembatan tersebut.
Sembari menunggu pembangunan jembatan permanen, pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif melalui kawasan Werlah. Meski demikian, Zulkarnaini mengakui penggunaan jalan alternatif oleh kendaraan dengan volume tinggi berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas seperti yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
“Ada jalan alternatif yang sudah kami siapkan melalui Werlah. Namun karena kapasitas jalan daerah digunakan oleh kendaraan dalam jumlah besar, tentu ada potensi kemacetan. Untuk itu kami berharap masyarakat bersabar,” tuturnya.
Ia memastikan BPJN Aceh telah menginstruksikan satuan kerja dan pejabat pembuat komitmen (PPK) di lapangan untuk terus memantau kondisi jalur alternatif serta menyiapkan langkah cepat apabila terjadi gangguan yang dapat menghambat arus lalu lintas.
