DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh melaksanakan kegiatan Qurban dan Infaq Qurban yang disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di delapan kabupaten/kota di Aceh.
Ketua Kagama Aceh, M. Nasir, mengatakan Idul Adha tahun ini menjadi momentum khusus bagi Kagama Aceh. Setelah sebelumnya terlibat aktif dalam penanganan bencana hidrometeorologi, Kagama Aceh kembali mengambil peran sosial melalui penyaluran qurban dan infaq qurban kepada masyarakat penyintas banjir.
“Idul Adha kali ini menjadi momentum spesial bagi Kagama Aceh. Setelah ikut terlibat dalam proses tanggap bencana hidrometeorologi, alhamdulillah Kagama Aceh dapat mengoordinasikan penyaluran qurban dan infaq qurban kepada masyarakat terdampak banjir,” ujar M. Nasir, Kamis (28/5/2026).
Adapun wilayah sasaran penyaluran berada di delapan kabupaten/kota, yakni Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.
Untuk kegiatan qurban, Kagama Aceh menyalurkan lima ekor kibas/kambing. Sementara melalui program Infaq Qurban yang berasal dari gabungan sedekah para anggota dan donatur, Kagama Aceh juga menyalurkan satu ekor sapi dan sebelas ekor kibas/kambing.
Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp72.750.000. Sebagian besar donasi tersebut berasal dari alumni Universitas Gadjah Mada yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Dari jumlah itu, sebesar Rp59.750.000 langsung ditransfer ke rekening Kagama Aceh. Sementara sisanya, Rp13.000.000, dibayarkan langsung oleh para donatur kepada penjual hewan qurban. Meski demikian, proses penyaluran hewan qurban ke wilayah terdampak tetap dipercayakan kepada Kagama Aceh.
M. Nasir menjelaskan, penyembelihan hewan qurban dan infaq qurban dilaksanakan pada hari pertama dan kedua Idul Adha. Seluruh proses penyaluran dilakukan dengan melibatkan pengurus serta panitia yang telah dibentuk untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Menurutnya, kegiatan tersebut berawal dari keinginan sederhana sejumlah pengurus Kagama Aceh untuk ikut berbagi kebahagiaan Idul Adha dengan masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Gagasan itu muncul dalam percakapan santai di grup WhatsApp pengurus Kagama Aceh. Beberapa pengurus, di antaranya Mirwatul Uli dari Bidang Sosial dan Keagamaan, serta Cut Mita dan Triva Murtina Lubis dari Bidang Fasilitasi dan Pemberdayaan Alumni, mengusulkan agar Kagama Aceh menggelar program qurban dan infaq qurban.
“Ide itu kemudian disambut baik dan diwujudkan menjadi program kerja Bidang Sosial dan Keagamaan Kagama Aceh. Untuk pelaksanaan di lapangan, dibentuk panitia khusus dengan Nirzalin sebagai koordinator lapangan dan Mirwatul Uli sebagai wakil koordinator,” kata M. Nasir.
Ia menyebutkan, meskipun kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan oleh Kagama Aceh dan dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, antusiasme para alumni dan donatur menjadi energi positif bagi organisasi.
M. Nasir berharap kegiatan Qurban dan Infaq Qurban ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan Kagama Aceh. Menurutnya, semangat berbagi tidak boleh berhenti pada momentum Idul Adha semata, tetapi harus menjadi budaya sosial yang terus dirawat.
“Semoga qurban yang dikoordinasikan Kagama Aceh ini menjadikan kita sebagai manusia yang senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, baik melalui ibadah mahdhah yang bersifat vertikal maupun ibadah sosial kepada sesama,” ujarnya.
M. Nasir juga menegaskan, nilai utama dari Idul Adha bukan hanya pada penyembelihan hewan qurban, melainkan pada ketulusan hati, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Setiap pengorbanan membawa keberkahan, dan setiap keikhlasan menghadirkan kebahagiaan. Inilah semangat yang ingin terus dijaga oleh Kagama Aceh,” pungkasnya.