Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Dishub Aceh Prediksi Lonjakan Perjalanan Saat Mudik Lebaran 2026

Dishub Aceh Prediksi Lonjakan Perjalanan Saat Mudik Lebaran 2026

Senin, 09 Maret 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Dishub Aceh, T. Faisal, menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar arus mudik dan arus balik lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. [Foto: dok. dialeksis]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh memprediksi mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H tahun ini akan kembali tinggi. Prediksi itu didasarkan pada hasil survei terhadap 1.092 responden di Aceh yang menunjukkan tingginya minat perjalanan, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Kepala Dishub Aceh, T. Faisal, menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar arus mudik dan arus balik berjalan aman, tertib, dan lancar. 

"Potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik tahun ini cukup tinggi. Karena itu kami melakukan berbagai langkah persiapan agar semuanya bisa berjalan dengan baik," kata Faisal di Banda Aceh, Minggu (8/3/2026).

Sebagai bagian dari kesiapan, Dishub Aceh telah menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) selama enam hari, 9-14 Februari 2026, terhadap 485 unit angkutan umum AKDP di delapan terminal. Pemeriksaan serupa juga dilakukan terhadap kapal-kapal penyeberangan yang akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran. 

"Ramp check dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar layak jalan dan aman. Ini juga bagian dari upaya kita menekan potensi kecelakaan," ujar Faisal.

Koordinasi pun diperkuat lintas instansi, melibatkan kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat, KSOP, pemerintah kabupaten/kota, serta operator transportasi darat, laut dan udara. Untuk pengawasan di lapangan, sebanyak 1.128 personel akan disiagakan di berbagai pos pelayanan transportasi, mencakup Posko Terpadu di Kantor BPTD Kelas II Aceh, Pelabuhan Ulee Lheue, Terminal Tipe A, sembilan Terminal Tipe B, enam pelabuhan penyeberangan provinsi, hingga pos-pos di 23 kabupaten/kota se-Aceh.

Dari sisi armada, Dishub Aceh memastikan ketersediaan transportasi yang memadai. Di jalur darat tersedia 1.949 unit bus AKDP dan 602 unit bus AKAP dengan total kapasitas sekitar 216.058 penumpang. Di jalur laut, enam kapal penyeberangan dan empat kapal cepat siap melayani hingga 88.624 penumpang. Sementara di udara, delapan maskapai penerbangan beroperasi dari dan menuju Aceh dengan kapasitas sekitar 63.800 penumpang selama periode angkutan Lebaran.

Berdasarkan hasil survei, puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 14 Maret 2026 (H-7) dan 18 Maret 2026 (H-3). Lonjakan pergerakan ini turut dipengaruhi kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16-17 Maret serta rangkaian libur nasional yang berdekatan dengan Hari Nyepi. Adapun puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026 (H+2) sebelum berangsur normal.

Sebagian besar perjalanan mudik diprediksi berasal dari Kota Banda Aceh dan sekitarnya, dengan tujuan utama ke kabupaten-kabupaten di pantai timur Aceh serta ke luar provinsi, khususnya Medan. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, tren pergerakan terus meningkat. Pada Angkutan Lebaran 2025, total penumpang mencapai 198.318 orang, naik 0,81 persen dibanding 2024. Transportasi darat mendominasi dengan porsi 46,65 persen, disusul udara 33,21 persen, dan penyeberangan laut 20,15 persen.

Kabar baik bagi warga yang ingin pulang kampung namun terkendala biaya, Pemerintah Aceh melalui Dishub kembali menggelar program mudik gratis yang menargetkan 2.000 orang via angkutan darat. Sedangkan untuk angkutan laut Kementerian Perhubungan dan ASDP menyiapkan kuota kurang lebih 3.000 orang. 

Program ini melayani berbagai rute dari Banda Aceh menuju sejumlah kabupaten/kota di Aceh hingga Medan, termasuk layanan penyeberangan gratis pada lintasan Ulee Lheue-Balohan, serta rute menuju Sinabang dan Pulau Banyak.

Di penghujung, Faisal mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang dan tidak mengabaikan keselamatan. 

"Periksa kondisi kendaraan mulai dari rem, lampu, ban, hingga kelengkapan surat-surat. Jangan memaksakan diri berkendara jika lelah, dan patuhi rambu-rambu lalu lintas," pesannya. 

Ia juga meminta pemudik mewaspadai kondisi cuaca, mengingat beberapa wilayah Aceh masih berpotensi diguyur hujan. Bagi pengguna transportasi umum, Faisal menyarankan agar memilih kendaraan resmi yang telah memenuhi standar keselamatan. 

"Yang paling penting, utamakan keselamatan selama perjalanan," tegasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI